Langit sudah berwarna jingga
Malam sebentar lagi menyapa
Semilir angin mengayun lirih daun nyiur
Ombak menyentuh bibir pantai dalam setia dan cinta ….
POSKOTA.CO – Perjalanan yang menyenangkan ke Pantai Anyer. Begitu memasuki daerah anyer ke arah Karang Bolong suasana Kuta Bali seperti hadir. Pohon kelapa mendominasi kiri dan kanan jalan. Papa Hary menyetir mobilnya dengan santai, kecepatan tak pernah lebih dari 100 km/jam. Sehingga Jakarta-Anyer ditempuh dalam waktu 3 jam lebih.
Mentari hampir menghilang begitu mereka sampai di Vila Nirwana yang terletak di tepi pantai. Tenggelam dibalik cakrawala……Jingganya langit hanya menyisakan sedikit keelokannya ketika Diana, Ajeng dan Asih duduk menikmatinya.
Vila Nirwana cukup romantis dan natural, dinding-dindingnya terbuat dari anyaman bambu, membuat suasana pantai kental terasa. Kursi-kursi, lampu-lampu semua menggunakan material dari Bambu berikat rotan. Cahaya lampu di semua sudut Vila Nirwana berwarna kuning temaram, ini menambah romantis yang menghuninya.
Papa Hary dan Mbak Retno masih mengurus administrasi ketika anak-anak gadisnya sudah berhamburan ke tepi pantai. Diana, Ajeng dan Asih sudah tak sabar bermain di tepi pantai bersama Sang Jingga….
” ohhh….anak-anak Papa rupanya sudah duduk disini”
” Asih mengejar matahari tenggelam Pa”
” Sedikit terlambat dan sudah mulai gelap ketika kita tiba. Tetapi kami senang dan bahagia Pa”
Diana ingin berucap terimakasih kepada Papa Hary secara samar. Kebersamaan di hari libur yang baru pertama kali mereka rasakan. Ada terselip tanya dalam benak Diana, apakah mamanya memendam protes ke tidak adilan selama ini? Mama Retno nampak bahagia, senyuman terkembang setiap berbicara. Dan mamanya menggelendot manja papanya seperti sepasang remaja….
” Esok pagi kita harus bangun pagi-pagi sekali. Kita tidak boleh ketinggalan melihat matahari terbit”
Ajeng mengingatkan kakak dan adiknya agar tidak bangun kesiangan. Terbitnya Matahari pagi tak kalah indah dengan Tenggelamnya Matahari. Mereka berencana bermain pasir dan berenang di laut. Papa Hary dan Mbak Retno minta dibanngunkan anak-anaknya kalau mereka berdua kesiangan
Mbak Retno dan Papa Hary masih duduk di teras ketika anak-anaknya sudah pergi tidur sehabis makan malam. Berdua mereka menikmati romansa malam di tepi pantai. Langit cukup cerah walau Purnama belum waktunya tiba. Kerlap- kerlip bintang di langit mengingatkan masa kecil Mbak Retno bersama bapak dan ibunya. Mengenali nama-nama bintang….mencarinya di angkasa… Angin kencang membuat mereka duduk merapat agar hangat….
( bersambung.By : Wita Lexia
…)







Komentar