oleh

PENGANIAYA ANAK TIRI DITANGKAP BUSER BONDOWOSO

borgolPOSKOTA.CO – Tim Buru Sergap Kepolisian Resor Bondowoso, Jawa Timur, menangkap dan menahan Sumar Subagio,44, lelaki yang menganiaya anak tirinya Yansi Isiandi Eka Marhiantoni,16, hingga meninggal dunia.

Kapolres Bondowoso AKBP M Sabilul Alif di Bondowoso, Minggu menjelaskan, selain itu polisi juga telah memeriksa 10 saksi dan mengamankan barang bukti yang digunakan tersangka menganiaya korban, yakni potongan bambu, potongan reng bambu, sandal dan pakaian korban.

“Sementara untuk pemeriksaan terhadap korban, Polres Bondowoso melakukan koordinasi dengan RSUD Bondowoso untuk autopsi dan membongkar kuburan,” tuturnya.

Meninggalnya Yansi, siswa sebuah SMK negeri di Bondowoso itu bermula ketika pada Jumat, 8 Agustus 2014 sekitar pukul 11.00 WIB sepulang kerja, Sumar mendapati istrinya menangis dan bercerita bahwa Yansi akan dikeluarkan dari sekolah akibat sering membolos.

“Seketika tersangka marah dan memukuli Yansi dengan menggunakan sandal di bagian kepala. Tersangka juga menjambak dan menyeret korban keluar rumah. Korban juga dipukul dengan menggunakan potongan bambu,” ungkapnya.

Pada Sabtu, 9 Agustus 2014 pagi korban berangkat sekolah, tetapi pingsan di perjalanan. Korban selanjutnya dirawat di Puskesmas Tegal Ampel. Dari hasil pemeriksaan dokter diketahui bahwa sekujur tubuh korban mengalami memar. Saat itu korban dibawa pulang paksa oleh tersangka.

Karena tidak ada perkembangan terhadap kesehatannya, Minggu, 10 Agustus 2014 korban dibawa ke RSUD Bondowoso dan sekitar pukul 04.00 WIB korban meninggal dunia.

Sumar Subagio yang bekerja sebagai sopir ditangkap oleh anggota Buru Sergap (Buser) Satuan Reskrim Polres Bondowoso, Sabtu (16/8) berdasarkan laporan tentang penganiayaan dengan tempat kejadian di Kelurahan Badean, Kecamatan Kota Bondowoso.

Kapolres Bondowoso sangat menyayangkan terhadap peristiwa tersebut, dan karena itu masyarakat diharapkan ikut peduli terhadap perlindungan anak dari tindak kekerasan.

“Peristiwa ini merupakan kasus yang perlu menjadi perhatian kita bersama sebagai proses pembelajaran masyarakat untuk tidak boleh terjadi lagi. Apapun alasannya anak harus dijaga oleh orang tuanya walaupun yang bersangkutan adalah anak tiri,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *