oleh

PENDUKUNG JOKOWI MINTA PROGRAM NAWACITA DIWUJUDKAN

debat-capres-APOSKOTA.CO – Organisasi sukarelawan pendukung Presiden Joko Widodo, Projo, mengemukakan perlunya mewujudkan program Nawacita pemerintahan Kabinet Kerja saat ini melalui pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah serentak yang berlangsung di berbagai daerah pada tahun 2015.

“Jangan sampai Nawacita tidak mampu diwujudkan karena kepala daerah yang terpilih tidak mampu mengeksekusi dengan baik,” kata Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Menurut dia, program pemerintah sebagaimana tertuang dalam Nawacita perlu ada eksekutornya di daerah sehingga pemilihan kepala daerah serentak pada tahun ini juga dapat selaras dengan konsep tersebut.

Apalagi, kata dia, dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, pihak pemerintah daerah harus dapat menjadi pelaksana yang baik bagi program nasional di daerahnya masing-masing.

“Pilkada harus mampu menghasilkan pemimpin daerah yang mau mengabdikan seluruh waktu, tenaga, dan pikiran untuk kemajuan rakyat,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, dana yang dibutuhkan untuk merehabilitasi jaringan irigasi sekitar 3.000.000 hektare, seperti tertuang dalam program unggulan Nawacita yang merupakan konsep yang dibuat oleh Presiden Joko Widodo, sekitar Rp80 triliun.

“Untuk mendukung program Nawacita ini dibutuhkan dana pembangunan rehabilitasi untuk lima tahun ke depan kurang lebih Rp80 triliun atau kira-kira Rp16 triliun per tahun,” kata Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mudjiadi.

Mudjiadi menginginkan berbagai pihak terkait, seperti Kepala Balai Wilayah Sungai, Dinas Pekerjaan Umum, dan Dinas Pengairan di daerah, dapat bersinergi dalam menentukan lokasi daerah irigasi.

Seorang simpatisan PDIP Perjuangan memasang foto Jokowi di sebuah rumah yang dijadikan posko pemenangan Jokowi sebagai Presiden di Tajinan, Malang, Jawa Timur
Seorang simpatisan PDIP Perjuangan memasang foto Jokowi di sebuah rumah yang dijadikan posko pemenangan Jokowi sebagai Presiden di Tajinan, Malang, Jawa Timur

Selain itu, pihaknya juga ingin agar pada tahun kedua pemerintahan Presiden Jokowi, pelaksanaan konstruksi dapat dimulai agar dampaknya bisa dirasakan sebelum 2019.

Sementara itu, hasil survei dan kajian akademik Lembaga Klimatologi Politik (LKP) mendapatkan tiga nama menteri dalam Kabinet Kerja yang konsisten mengimplemtasikan Nawacita dan Trisakti Bung Karno.

“Mereka adalah Yuddy Chrisnandi, Tjahjo Kumolo, dan Susi Pujiastuti. Ketiganya dinilai paling konsisten serta mengerti dengan benar apa yang tersirat dan tersurat dalam Nawacita dan Trisakti. Mereka juga memiliki tekad keseriusan yang tinggi untuk menyosialisasikan dan mengimplementasikan gagasan tersebut,” kata CEO LKP Usman Rachman dalam pernyataan tertulisnya, Jakarta, Kamis (2/7).

Usman mengatakan bahwa sebagai pembantu utama Presiden, tugas menteri adalah mengoperasionalkan gagasan besar tersebut dalam program-program nasional sesuai dengan tugas dan fungsi kementerian masing-masing.

Dalam sejumlah kesempatan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa peluncuran pengembangan 24 “technopark” atau taman teknologi di berbagai daerah di Tanah Air pada tahun 2014–2019 merupakan wujud pelaksanaan konsep Nawacita.

“Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendapat mandat membangun 24 technopark berbasis perikanan rakyat sebagai pelaksanaan Nawacita selama lima tahun (2015–2019) secara bertahap,” kata Menteri Susi dalam acara peluncuran technopark di KKP, Jakarta, Kamis (25/6).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *