oleh

FLOATING MARKET LEMBANG KINI ADA WAHANA KERETA API MINI

kaaPOSKOTA.CO – Di Floating Market Lembang (FML) kini dilengkapi wahana ‘Kerata Api Mini’. Wahana yang belum sebulan dibuka ini langsung mendapat sambutan luar biasa dari para pengunjung FML. FML yang luasnya 6 Ha ini, sekitar 6000 meter perseginya diambil untuk wahana yang disukai komunitas hobbi dan anak-anak ini.

Komitmen dari sang pemilik FML dari grup The Big Price Cut (TBPC) memang akan terus menambah wahana-wahana baru yang kreatif dan inovatif. Wahana ‘Kerata Api Mini’ ini selain cocok untuk anak-anak dan komunitas hobbi, juga cocok untuk orang dewasa, wanita – pria. Bahkan bagi komunitas kereta api sungguhan, wahana ini sebuah daya tarik tersendiri.

Maklum wahana yang dipersiapkan sekitar setahun ini detail kereta apinya dibuat mendekati kereta api asli. Sebagian kereta api dipesan dari luar negeri, dan sebagian dari dalam negeri. Tak mengherankan banyak pengunjung yang terkagum-kagum dengan wahana ini.

Berada di alam terbuka para pengunjung wahana ini dapat menikmati kereta api mini dalam berbagai jenis, mulai dari kereta api barang, kereta tangki air dan minyak, kereta bermuatan mobil dan tentu saja kereta api penumpang. Yang menarik, kereta penumpang jika malam hari, didalamnya sangat terang oleh lampu, persis kalau kereta sungguhan di malam hari.

Di sekitar rel kereta api dibangun tak ubahnya alam sungguhan. Ada jembatan tinggi, jembatan rendah, terowongan, gunung, bukit, SPBU, gedung-gedung, stasiun, tempat wisata, factory outlet (FO), dan bangunan-bangunan atau alam lain di sekitar rel kereta api.

Disana kereta api berbagai jenis itu saling berseliweran satu sama lain, dan pengunjung dapat menyaksikan persis dari di pinggirnya, dari jarak yang sangat dekat, namun tak boleh dipegang.

Sementara suara dari speaker terdengar pengumuman berkali-kali jika kereta api hendak berangkat atau berhenti. “Jadi bukan sekadar wisata, tapi ada edukasi bagi para pengnjung. Bisa disebut wisata edukasi, agar orang disiplin mematuhi rambut-rambut lalulintas, khususnya lalu lintas kereta api” jelas Perry Tristianto, pemilik wahana kereta api mini ini dan sekaligus pemilik FML.

Kereta api mini tersebut dikendalikan jarak jauh dengan listrik, dari sebuah bangunan dimana petugas dengan leluasa bisa melihat seluruh area kereta api yang sedang melintas. Mereka mengontrol dengan seksama jalannya kereta api.

“Kerata api mini ini memang dikendalaikan dengan lisrik, tapi tak membahayakan karena listrik yang digunakan hanya 24 volt,” ujar Eman, salah seorang pegawai di wahana itu.

Menurut Eman, wahana ini dikerjakan sekitar setahun lebih. Dan dibuat sengaja untuk menjadi yang pertama dan terbesar di Indonesia. “Memang ada juga di Indonesia wahana seperti ini, tapi tak sebesar di Lembang ini. Di luar negeri yang terkenal ada di Belanda, pernah juga ada turis Belanda datang kesini, ia kagum melihat wahana ini,” jelas Eman.

Wahana hanya dibuka pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Namun menurut Eman, tak tertutup kemungkinan setiap hari dibuka. Untuk masuk ke wahana ini dikenakan tiket masuk diluar tiket masuk FML, yakni sebesar Rp. 25.000,- (dua puluh lima ribu rupiah).

“Tiket sebegitu, kayaknya tak terlalu mahal untuk bisa menyaksikan wahana ini,” kata Ibu Shanti asal Cimahi, pengunjung FML yang datang bersama anak-anaknya.
Untuk memuaskan pengunjung, terutama dari kalangan komunitas hobbi, di wahana ini dibuka toko penjual kereta api mini dengan berbagai jenis kereta api.

Bermacam-macam bentuk dan model kereta dari berbagai tahun atau zaman, sesuai sejarah kereta api. Juga dijual mobil-mobil unik dan mini yang juga cocok untuk menambah koleksi. Bahkan ada benda-benda jadul seperti hidran air kuno yang tentu saja bentuknya antik, serta benda-benda langka lainnya.

Floating Market Lembang sendiri merupakan tujuan wisata di Lembang yang unik. Disana transaksi apapun dilakukan dengan koin yang sudah ditukar pengunjung dengan uang. Para penjual makanan berada di perahu-perahu yang terapung. Sementara toko souvenir, FO, dan toko-toko lain ada di sisi danau. Juga terdapat rumah-rumah tua dan antik yang bisa dijadikan untuk acara seminar, rapat, pengajian. dann julian

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *