oleh

DUA MALING MOTOR DITANGKAP SEORANG TERNYATA OKNUM TNI

Pratu Heri Ardiansyah, anggota Denma Puspomad saat dicopot kepangkatannya karena terbukti telah telah melakukan tindakan pidana penganiayaan dengan ancaman 5 tahun. (Foto: Nur Aliem)
Pratu Heri Ardiansyah, anggota Denma Puspomad saat dicopot kepangkatannya karena terbukti telah telah melakukan tindakan pidana penganiayaan dengan ancaman 5 tahun. (Foto: Nur Aliem)

POSKOTA.CO Dua maling motor bersenjata api, tertangkap massa. Satu diantaranya berstatus anggota TNI dan satu lagi sipil tewas dihakimi massa.

Prada AR, ditangkap massa setelah dipergoki hendak mengambil motor Nahrowi,44, di Jalan Jaeran, Cinere, Depok, Senin (25/8) malam. Sebelum ditangkap, pemilik motor sempat ditembak pelaku.

Ceritanya, Nahrowi, 44, memarkirkan motor miliknya jenis matic di pinggir jalan. Melihat motor yang masih baru, pelaku menjadi tertarik dan ingin mencurinya. Ia pun mendekati motor dan berupaya menggasaknya.

Korban memergoki aksi AR dan langsung meneriakinya maling. Pelaku menjadi panik dan menembak korban hingga kena di punggung dan kaki. Warga yang mendengar suara tembakan segera mengepung pelaku. Meski ditodong senjata api, massa tidak takut dan menyerbu tersangka.

Setelah tertangkap massa pun menghakiminya hingga sekarat. Petugas Polsek Limo dan Polresta Depok yang menangani kasus ini menemukan Kartu Tanda Anggota (KTA) TNI atas nama Kopda AR, warga Cengkareng, Jakarta Barat.

Kapolsek Limo, Kompol Sujanto, yang dikonfirmasi baik pelaku dan korban dibawa ke RS Prikasih, Pondok Labu, Jakarta Selatan. “Kami masih menyelidiki kasus ini,” katanya.

Tewas

Pada malam yang sama Senin (25/8) di Kawasan Kampung Sumur Selatan II RT 005/10 Klender, Duren Sawit, Jakarta timur, seorang tersangka yang membawa senjata api, tewas dihakimi massa yang geram akan ulahnya.

Jalil, 23, tewas dengan kondisi mengenaskan. Wajahnya hancur akibat hantaman kayu dan pukulan ratusan warga yang memergoki aksinya. Tak hanya itu, pistol milik pelaku juga digunakan warga untuk menghantam bagian kepala da wajahnya hingga pria ini menghembuskan nyawa terakhirnya.

Hafifa, 34, pemilik warnet menuturkan, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18:30 itu bermula saat pelaku tengah mencongkel motor Yamaha Mio B 3293 TZE yang tengah terparkir di depan toko miliknya. Karena curiga, Hafifa memberanikan diri ke depan warnet. “Saya nggak tahu kalau itu perampok,” kata Afifah di lokasi kejadian, Senin (25/8).

Menurutnya, kala itu ia sempat bertanya tindakan pelaku yang mengutak-atik motornya. Namun, seorang pelaku yang merasa aksinya kepergok, menodongkan senjata api rakitan sejenis revolver sambil mengancam agar Hafifa tidak berteriak.

“Saya ditodong senjata api, tapi langsung pukul saja pelaku itu dengan galon air mineral. Saya reflek karena kebetulan lagi bawa galon,” ujarnya sambil mengaku dia langsung teriak.

Atas teriakan itu, warga langsung berkumpul dan berupaya menangkap pelaku. Meski pelaku sempat memuntahkan timah panasnya, namun beruntung tak ada satupun warga yang menjadi korban. “Untungnya ngga ada yang ketembak. Dan pelaku bisa tertangkap dan tewas dipukuli warga,” tambahnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *