oleh

Debt Collector Jadi Penjahat, Atau Sebaliknya……….

Bos Spa yang dilaporkan diculikPOSKOTA.CO – Penculikan yang dialami oleh pemilik usaha Bambu Spa, Ny. Trisya,34, adalah modus baru yang dilakukan oleh sekelompok penjahat. “Polri masih menyelidiki, apakah benar debt collector atau itu modus baru pakai alasan salah tangkap,” ungkap Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (27/12/2014).

Alasan pelaku menculik korban dengan mengaku menagih hutang tak masuk diakal. Apalagi, saat diajak berkeliling dengan mobil korban, pelaku memaksa meminta sejumlah uang. Padahal, Trisya bukan orang yang mereka maksud.

“Katanya salah ambil (menjemput Trisya), jadi sejak diambil di mobilnya dan dibawa kemana-mana dikonfirmasikan ke bosnya dan di kirim fotonya, ternyata orang ini bukan yang dimaksud. Kerugian materi sempat dimintain uang Rp3,5 juta di ATM-nya. Alasannya untuk mengganti biaya operasional. Meminta Rp3,5 juta dengan pemaksaan. Dapat intimidasi psikis, nggak ada penganiayaan,” ungkap Rikwanto.

Kalau ditagih hutang tidak mau dan tidak bisa, kita lihat ada unsur pidana laporkan ke penyidik kepolisian kalau ada perdata biar pengadilan yang mengaturnya. Tidak ada orang yang memaksa apalagi dengan kekerasan, itu pidana bisa di proses hukum.

Sebelumnya, Penyidik Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya akhirnya menemukan keberadaan pengusaha Bambu Spa. Trisya ditemukan di kawasan Mall Kota Kasablanka. Sampai saat ini polisi masih memburu kempat pelaku penculik Trisya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *