oleh

Danpuspomad Pecat Pratu Heri Pembakar Tukang Parkir Monas

Pratu Heri Ardiansyah, anggota Denma Puspomad saat dicopot kepangkatannya karena terbukti telah telah melakukan tindakan pidana penganiayaan dengan ancaman 5 tahun. (Foto: Nur Aliem)
Pratu Heri Ardiansyah, anggota Denma Puspomad saat dicopot kepangkatannya karena terbukti telah telah melakukan tindakan pidana penganiayaan dengan ancaman 5 tahun. (Foto: Nur Aliem)

POSKOTA,CO – Komandan Korps Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad), Mayjen TNI Unggul K Yudoyono, mencopot pangkat sekaligus memecat dengan tidak hormat Pratu Heri Ardiansyah, anggota Denma Puspomad karena terbukti telah telah melakukan tindakan pidana penganiayaan dengan ancaman 5 tahun.

“Sungguh ironis. Motif penganiayaan pelaku hanya kriminal biasa dan tidak ada motif lainnya. Dia hanya tidak puas apa yang diminta tidak sesuai yang diingikannya,” ucap Unggul, usai upacara pemecatan Pratu Heri dari dinas aktif TNI AD di Lapangan Apel Mapuspomad,Jl. Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Selasa (8/7).

Perbuatan yang dilakukan Pratu Heri, kata Unggul, tidak boleh dilakukan anggota TNI AD lainnya. Inilah salah satu sanksi yang mereka harus terima sesuai peraturan maupun perundang-undangan yang berlaku bagi kehidupan keparjuritan.

“Mereka melakukan penganiayaan berat mengakibatkan oarang terluka parah. Kami sudah menjenguk korban di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan pihak TNI AD sudah memberikan bantuan kepada korban,” kata Danpuspom.

Menurut Danpuspom, prajurit militer Angkatan Darat harus patuh dan taat terhadap perintah atasan dengan tidak melakukan perbuatan melanggar, menakuti dan menyakiti hari rakyat.

“Perbuatan yang dilakukan Pratu Heri tersebut sudah bertolak belakang dengan tugas pokok Polisi Militer Angkatan Darat selaku penegak hukum, disiplin dan tata tertib bagi kepentingan TNI AD. Tindakan ini secara pribadi merupakan perbuatan yang sangat memalukan dan dapat merusak citra Korps Polisi Militer AD,” tegasnya.

Sebagai prajurit Puspomad, kata Unggul, dituntut mampu menjadi contoh dan suri tauladan bagi prajurit TNI AD lainnya.

Untuk itu setiap prajurit harus menjadikan dirinya sebagai panutan dan mentaati segala ketentuan serta perundang-undangan dalam tutur kata, sikap maupun tindakan dalam pergaulan kedinasan juga kemasyarakatan. (Nur Aliem)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *