oleh

KLB PB Lemkari 2026: Sempurnakan Logo dan Nama demi Perkuat Pembinaan Karate

​JAKARTA – Sebuah babak baru dalam sejarah bela diri Indonesia resmi dimulai. Di tengah deru modernisasi dan tuntutan zaman, Pengurus Besar Lembaga Karate-Do Indonesia (PB Lemkari) melangkah berani demi menjaga marwah organisasi. Melalui Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar pada Sabtu (13/6/2026), di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Lemkari resmi melakukan penyempurnaan pada nama dan logo organisasi.

​Bukan sekadar urusan estetika visual atau administrasi belaka, langkah ini adalah restrukturisasi batin. Sebuah upaya meneguhkan kembali jati diri karateka Tanah Air agar tetap relevan di kancah nasional maupun internasional.

​”Satu Jiwa, Satu Semangat, Satu Kehormatan, Lemkari untuk Indonesia.” ​Tema yang diusung bukan sekadar slogan, melainkan ikrar suci yang menggema di ruang sidang. Menyatukan frekuensi 80 pasang mata yang hadir –mulai dari Dewan Pembina, Dewan Penasihat, Dewan Guru, Pengurus Besar, hingga perwakilan dari 24 pengurus provinsi di seluruh penjuru Nusantara.

​Kongres ini dibuka langsung oleh Ketua Umum PB Forki Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto, S.I.P., yang diwakili oleh Wakil Sekjen Forki Salmon A. Situmeang. Kehadiran induk organisasi ini menegaskan betapa pentingnya posisi Lemkari dalam peta pembinaan olahraga nasional.

​Ketua Umum PB Lemkari Mayor Jenderal TNI Mar (Purn) Bambang Sutrisno, S.H., M.Tr.(Han), dengan penuh karisma menjelaskan bahwa penyempurnaan merek ini bertumpu pada dua pilar utama:

  • Penyempurnaan logo (lambang): Desain visual kini tampil lebih modern dan representatif tanpa kehilangan filosofi sakral karate. Ini adalah penegasan identitas kelembagaan yang siap bersaing secara global namun tetap membumi di Tanah Air.
  • Penyempurnaan nama: Penyesuaian aspek legalitas dan administrasi formal sesuai hukum positif di Indonesia. Langkah taktis ini diambil agar eksistensi Lemkari semakin kokoh, legal, dan terlindungi secara hukum dalam membina atlet-atlet masa depan.

​​Di balik ketukan palu sidang, ada rasa cinta yang mendalam terhadap Indonesia. Pembaruan ini adalah bukti nyata bahwa Lemkari menolak usang digilas waktu. Mereka memilih beradaptasi, berbenah, dan berlari lebih cepat demi mencetak generasi emas yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki nasionalisme yang tinggi dan hati yang lembut penuh hormat.

​Langkah berani hari ini adalah warisan untuk esok hari. Lemkari kini tampil dengan wajah baru, namun dengan semangat orisinal yang jauh lebih menyala, melahirkan kesatria-kesatria bangsa berprestasi dunia yang berakar pada nilai luhur Pancasila. (*/aga)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *