oleh

Cetak Kemenangan Perdana di GP San Marino, Morbidelli Ogah Bicara Gelar

-Olahraga-91 views

POSKOTA. CO – Pembalap tim satelit, Franco Morbidelli (SRT Petronas Yamaha/Italia), sukses podium pertama di MotoGP seri GP San Marino tak lantas  mau dibilang dirinya menjadi  salah satu calon kuat perburuan gelar juara dunia musim ini.

Morbidelli menyebut  “hanya sebagai pembalap tim satelit” dirinya ogah terlalu disanjung untuk perburuan gelar. Meski ia memenangkan balapan pertamanya dengan selisih 2,2 detik dari sesama pembalap VR46 Academy,  Francesco Bagnaia (Pramac Ducati/Italia) yang jadi runner up dan Johan Mir (Suzuki Ecstar/Spanyol) di pudium ketiga. Sedang ‘guru’ Morbidelli, Velentino Rossi ( Yamaha Monster Energy/Italia) harus puas menempati finis keempat.

Morbidelli kini menempat peringkat tujuh klasemen sementara MotoGP 2020 dengan hanya tertinggal 23 poin dari pemuncak klasemen Andrea Dovizioso (Ducati/Italia) yang mengoleksi 76 poin. Urutan kedua klasemen sementara ditempati rekan Morbidelli,  Fabio Quartararo (Perancis), yang di GP San Marino gagal finis dan tetap mengoleksi 70 poin.

“Saya pengendara satelit dan saya tidak punya ambisi … yah, saya ambisius,” kata Morbidelli seperti dilansir Motorsport.com . “Tapi saya tidak membidik kejuaraan dan saya tidak memikirkan kejuaraan sekarang. Saya hanya berpikir tentang memenangkan balapan, dan melakukan hasil terbaik yang saya bisa setiap Minggu, dan saya akan melihat di mana saya akan berada di akhir tahun. Saya berpikir tentang balapan demi balapan. Karena bagaimanapun juga, saya hanyalah pembalap  satelit,” lanjutnya.

Mengomentari balapan di GP San Marino, Morbidelli mengatakan dia mendapat “tekanan” dari Rossi di tahap awal.  “Menurut pendapat saya, balapan berjalan baik-baik saja. Saya mendapatkan start yang bagus, dan di awal balapan saya merasakan tekanan dari Vale. Saya melihat bahwa kami menjauh, dan saya hanya berharap untuk tidak mengganggu satu sama lain, dan itulah yang terjadi. Dan setelah beberapa lap , saya hanya berkata pada diri sendiri ‘letakkan’ saja ritme Anda pada jalurnya  untuk mempertahankan ritme Anda, lakukan saja apa yang Anda bisa,” lanjut Morbidelli.

Morbidelli menyebut 10 lap terakhir sebagai “paling penting” dalam hidupnya dan mampu “memikirkan banyak hal” dalam perjalanannya menuju kemenangan pertamanya. “Kemudian 10 lap terakhir tidak bisa dipercaya karena saya memiliki kesempatan untuk memikirkan banyak hal dan perasaan yang luar biasa,”  aku Morbidelli. “Saya bersenang-senang, dan saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua tim saya dan semua orang yang telah bekerja dengan saya,”imbuhnya. (dk)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *