oleh

Wakapolda Hendro Pandowo Berkantor di Polsek Wilayah Zona Merah Covid-19

POSKOTA.CO–Wakapolda Metro Jaya Brigjen Hendro Pandowo mulai bekerja dan berkantor di Polsek yang wilayahnya masuk zona merah penyebaran Covid-19. Salah satunya di kawasan Gunung Sahari Utara, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Brigjen Hendro pun melakukan kunjungan ke Kampung Tangguh Jaya untuk mengontrol penerapan protokol kesehatan. “Kami ngantor di Polsek untuk mengechek langkah Polres Jakarta Pusat dan Polsek Sawah Besar dalam menangani Covid-19,” kata Hendro di Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Senin (11/1/2021).

Menurut Wakapolda Hendro Pandowo, Kampung Tangguh terbukti bisa menekan angka penyebaran virus Corona. Contohnya, ada 40 warga terinfeksi kini tinggal tiga orang. “Ini bagus sekali dari Kapolres Metro Jakarta Pusat (Kombes Hengki Haryadi) dan Kapolsek. Ini bisa diikuti jajaran lain,” ujar Hendro.

Pihaknya mengapresiasi keberadaan Kampung Tangguh yang menyediakan berbagai sarana menekan angka Corona.
Diantaranya stand rapid test bagi warga, kolam berisi ikan lele untuk budidaya, tanaman hidroponik, lokasi pemberian obat antibiotik bagi warga, wifi gratis, empathy building dan lokasi belajar bagi anak-anak.

Kapolsek Sawah Besar Kompol Eliantoro Jalmaf menuturkan, di tempat ini ada budidaya lele, empathy building, pemberian sembako bagi anak yatim setiap hari Jumat.
“Ini semua dikelola teman-teman tiga pilar. Ada babinsa, bhabinkamtibmas dan Lurah. Ditambah masyarkakat di sini,” ujar Kompol Eliantoro

Kampung Tangguh ini merupakan program kolaboratif berisi tiang kerukunan dan atapnya kebersamaan. “Ini adalah ciri khas bangsa kita. Cocok diterapkan di masa pandemi,” jelas Eliantoro.

Kampung Tangguh untuk menciptakan gangguan kamtibmas, baik hoax, curanmor, hate speech dan narkoba. “Karena masyarakat bersama-sama di lingkungannya. Ada WA Grup, jadi semua cepat,” tutur Kompol Eliantoro.

Pihaknya berharap, Kampung Tangguh ini bisa menjadi aksi percontohan untuk menekan angka Covid-19 dan aksi kejahatan.
”Ini bagus untuk menciptakan keamanan dari gangguan keamanan. Karena masyarakat saling menjaga,” tegas Eliantoro.(Omi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *