POSKOTA.CO – Pembalap MotoGP, Andrea Dovizioso (Italia), mengungkap kepergiannya dari tim pabrikan Ducati MotoGP di musim 2020 karena dirinya tidak cocok lagi dengan manajer umum Gigi Dall’Igna.
Dugaan pada saat itu bahwa Ducati dan Dovizioso tidak dapat bertemu secara finansial pada kesepakatan baru, tetapi pemenang balapan MotoGP 15 kali itu mengatakan itu salah, karena kesepakatan tidak pernah diajukan.
Dalam sebuah wawancara dengan Gazzetta dello Sport, Dovizioso telah membuka tentang apa yang menyebabkan dia keluar dari Ducati, menunjuk pada rusaknya hubungan antara dirinya dengan Dall’Igna sejak musim 2017.
“Apa hubungannya dengan Gigi? Nol, ”Dovizioso mengakui. “Dalam beberapa tahun terakhir jumlahnya 30%, lalu sejak Jorge Lorenzo tiba pada 2017 – dalam berdebat dan melawan satu sama lain – tim saya menjadi sedikit terisolasi,” kata Dovizioso seperti dilansir Motorsport.com. “Kami tidak lagi membicarakan pengembangan motor, kami tidak lagi mengadakan pertemuan untuk mengembangkannya. Tapi di Ducati ada potensi untuk melakukannya, karena kompetensi dan [level] skillnya sangat tinggi. Dari delapan tahun ini, hanya itu yang membuatku marah, karena kami bisa berbuat lebih banyak. Gigi dan saya belum berbicara dengan tenang sejak 2017,” lanjut Dovisioso.
Dovizioso menyangkal bahwa keputusan untuk tidak maju bersamanya adalah keputusan bulat di antara manajemen Ducati. “Keputusan ini hanya datang dari Gigi. Ada pembicaraan tentang Ducati, tetapi itu salah karena semua keputusan ada di tangannya. Seperti pilihan Lorenzo di 2017,” bebernya. “Pada awal 2016 ada kemungkinan mengambil [Marc] Marquez, tapi Gigi sudah memutuskan bahwa dia menginginkan Lorenzo,” imbuhnya.
Dovizioso menambahkan bahwa pikiran Dall’Igna telah dibuat ketika keduanya bentrok selama pertemuan teknis pada 2019 antara Grand Prix Jerman dan Austria.
“Gigi menyatakan paham bahwa pertemuan 2019 di Sachsenring dan Austria sudah berakhir,” ucap Dovizioso. “Itu seharusnya pertemuan teknis, kami punya ide berbeda, ada gesekan dan kami ingin bertemu dengan semua insinyur. Dimulai sebagai pertemuan teknis tetapi kemudian berakhir sebagai konfrontasi antara kami berdua. Gigi merasa diserang, dipukuli. Saya pikir pada saat itu dia menutup pintu, tetapi dia melakukannya dengan diam-diam,” sambungnya.
Menurut Dovisioso, dirinya menyangkap jika sebenarnya ada tawaran lain dari Ducati sebelum memutuskan pergi. “Dikatakan bahwa saya menginginkan ini dan itu. Semua bohong,” ucap Dovisioso. “Tidak pernah ada tawaran, tidak ada negosiasi. Saya masih tidak tahu bahwa mereka tidak lagi menginginkan saya. Tapi yang mereka katakan adalah konfirmasi bahwa untuk Dall’Igna itu sudah berakhir setelah pertemuan tahun 2019 itu, ” sambungnya.
Dovizioso juga mengkritik kurangnya transparansi atas kesepakatan Ducati 2021. Ia mengatakan lebih banyak pengetahuan tentang posisinya di dalam tim akan membuatnya “mempertimbangkan kemungkinan KTM dengan cara yang berbeda” setelah mengadakan diskusi yang sia-sia dengan pabrikan Austria. .
Dovisioso menuturkan jika dirinya tidak mengesampingkan kemungkinan untuk menggantikan Marquez yang belum pulih di Honda pada tahun 2021. Tapi ia menolak berkomentar lebih tentang situasi tersebut. (dk)







Komentar