oleh

Relawan Meninggal di Lokasi Gempa saat Menjalankan Misi Kemanusiaan di Kabupaten Manggarai Timur

BOGOR – Memasuki hari kelima pasca gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 SR yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), jumlah korban meninggal dunia terus bertambah.

Berdasarkan pendataan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban meninggal dunia terbaru yang telah terverifikasi yakni Ahmad Zaki Ali.

Ia merupakan relawan kemanusiaan dari “Gerak Bareng” yang tengah menjalankan misi membantu masyarakat terdampak gempa.

Anggota Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI), Dr. Daryono, menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Ahmad Zaki Ali saat menjalankan misi kemanusiaan di wilayah Dampek, Kabupaten Manggarai Timur.

Daryono mengatakan Ahmad Zaki Ali dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.40 Wita.

“Sangat berduka atas berpulangnya relawan kemanusiaan Gerak Barang saat menjalankan misi kemanusiaannya di wilayah Dampek, Manggarai Timur,” ujar Daryono Jumat (21/8/2026).

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menyebut Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal dunia terbanyak.

“Korban meninggal dunia terbanyak di Kabupaten Manggarai, sebanyak 27 jiwa,” kata Berton.

Selain korban meninggal dunia, jumlah warga yang mengalami luka-luka juga cukup tinggi.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, tercatat sebanyak 1.182 orang mengalami luka-luka akibat gempa.

Korban luka terbanyak berada di Kabupaten Manggarai Timur, dengan rincian 442 orang mengalami luka berat dan 513 orang mengalami luka ringan.

“Dua kabupaten terdampak dengan jumlah korban jiwa dan pengungsi tertinggi berada di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur,” ungkapnya.

Di sisi lain, upaya pencarian dan penanganan warga terdampak masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, mengatakan pihaknya masih melakukan penyisiran terhadap warga yang terdampak gempa.

Hingga hari keempat penanganan, Basarnas turut mendukung layanan kesehatan bersama Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan.

Selain itu, tim di lapangan juga terus melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan pertolongan.

Upaya penanganan tersebut dilakukan untuk memastikan warga terdampak mendapatkan bantuan, pelayanan kesehatan, serta proses evakuasi yang diperlukan setelah gempa kuat mengguncang wilayah NTT. (yd/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *