oleh

Menteri Nadiem Sebut KILA Mampu Bangkitkan Kembali Kejayaan Lagu Anak Indonesia

POSKOTA.CO – Program Kita Cinta Lagu Anak (KILA) yang sudah berjalan selama 4 tahun, telah memberikan dampak luar biasa terhadap perkembangan musik anak Indonesia. Sejak diluncurkan pada tahun 2020, KILA telah memberikan kesempatan kepada lebih dari 3500 peserta dari seluruh Indonesia untuk berkarya, mengasah bakat dan berkompetisi.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim dalam sambutannya yang disampaikan melalui video pada Pentas Musik Anak Indonesia bertema Gapai Mimpi Bersama Sahabat yang digelar di Plaza Insan Berprestasi Kemendikbudristek, Jumat (25/8/2023).

Menurut Mendikbudristek, keikut sertaan ribuan peserta dari seluruh tanah air menunjukkan bahwa kita mampu menghadirkan music yang berkualitas sekaligus membangkitkan kembali kejayaan lagu anak Indonesia. Melalui penyelanggaraan KILA, sekaligus meegaskan semangat Merdeka Belajar dimana music menjadi media yang relevan dan menyenangkan bagi anak untuk memperkuat semangat belajar. “Dalam hal ini KILA berfokus pada Upaya pencegahan intoleransi, perundungan dan berbagai bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan,” jelas Menteri Nadiem.

Tujuan ini sejalan dengan implementasi Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP) yang baru saja diluncurkan sebagai episode ke-25 Merdeka Belajar. “Melalui lagu anak berkualitas, kita libatkan peserta didik sebagai agen perubahan yang berperan aktif dalam mewujudkan satuan pendidikan yang Merdeka dari kekerasan,” tegas Menteri Nadiem.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Perfilman, Musik dan Media (PMM) Ahmad Mahendra mengatakan Pentas KILA 2023 menjadi ajang sosialisasi bagi karya-karya pemenang lomba cipta lagu anak program KILA. “Para peserta lomba cipta lagu menghadirkan karya-karya terbaik mereka dengan membawa misi komunikasi positif tentang cita-cita, persahabatan dan juga berperilaku positif untuk mengatasi permasalahan besar yang kerap terjadi di dunia pendidikan, yaitu perundungan dan sikap intoleransi,” katanya.

Selain itu, melihat animo anak-anak Indonesia yang sangat besar saat dilangsungkannya kegiatan sosialisasi di berbagai daerah, Mahendra yakin bahwa memang lagu dan musik menjadi salah satu jembatan komunikasi yang efektif dalam penyampaian informasi kepada anak-anak.

Ia menjelaskan dari masa ke masa, ajaran nilai-nilai budi pekerti luhur disisipkan oleh para pencipta lagu anak ke dalam lagu-lagu yang mereka ciptakan. Termasuk ajaran tentang cinta kasih pada keluarga dan sesama, alam Indonesia, kehidupan flora dan fauna, bahkan tentang adat dan budaya, seperti yang dimuat dalam lirik lagu dolanan.

Nilai-nilai tersebut adalah prinsip dasar yang diperlukan seorang anak untuk mengenal identitas diri sebagai anak Indonesia. Ini adalah bekal penting untuk seorang anak tumbuh berkembang menjadi manusia berbudi luhur, peduli pada sesama, dan mencintai bangsanya.

Nilai-nilai ini juga yang menjadi semangat dan jiwa dari KILA, setiap KILA selalu menghasilkan karya-karya baru yang terus menekankan nilai-nilai tersebut. “Dengan KILA diharapkan semakin banyak koleksi lagu anak Indonesia yang bisa dipakai untuk mengajarkan nilai-nilai ini dengan cara yang ringan, menarik dan mudah diterima oleh anak-anak Indonesia,” tukas Mahendra.

Gapai Mimpi Bersama Sahabat menjadi pilihan Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Kemendikbudristek dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia di tahun 2023. Acara yang dihadirkan dengan format drama musikal tersebut, membawakan karya-karya pemenang dan finalis lomba cipta lagu anak kegiatan KILA tahun2020, 2021, dan 2022.Gapai Mimpi Bersama Sahabat merupakan puncak kegiatan Kita Cinta Lagu Anak (KILA) yang digelar setiap tahunnya.

Tahun ini diakui Mahendra, kegiatan KILA lebih difokuskan kepada sosialisasi lagu-lagu karya pemenang lomba KILA di beberapa daerah di Indonesia. Tahun 2023 ini, KILA bersama para mitra pendukung di berbagai daerah telah menyambangi kota Semarang, Surabaya, Makassar, dan Medan. Di setiap kota yang dikunjungi KILA, dilangsungkan kegiatan sosialisasi ke berbagai sekolah dan diakhiri dengan kegiatan Pentas Musik Anak Indonesia. Setiap kegiatan sosialisasi dan pentas yang dilakukan selalu mendapat sambutan sangat meriah, baik dari anak-anak, orang tua maupun komunitas peduli.

“Tidak banyak produser musik yang tertarik untuk mempopulerkan lagu anak. Itu sebabnya kami sosialisasikan agar lagu anak semakin populer dan dicintai anak-anak Indonesia,” tandas Mahendra.

Tahun 2023 merupakan tahun keempat penyelenggaraan kegiatan ini. Setiap tahun KILA selalu menyajikan tema yang berbeda-beda. Di tahun sebelumnya, dua dari tiga permasalahan besar yang kerap terjadi di dunia pendidikan, yaitu anti perundungan dan intoleransi dipilih menjadi tema wajib untuk para peserta lomba cipta lagu anak. (in/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *