oleh

Menteri Nadiem Sebut Musik Bisa Jadi Sarana Belajar Mengajar yang Menyenangkan

POSKOTA.CO – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan serta Direktorat Perfilman, Musik, dan Media kembali mempersembahkan Kita Cinta Lagu Anak Indonesia (KILA) yang ke empat. Sebuah kiprah Kemendibudristek sebagai wujud nyata kepedulian dan komitmen dalam mempersiapkan ekosistem lagu anak Indonesia.

Kegiatan KILA sendiri sejak dimulai tahun 2020, telah menjadi salah satu alternatif sarana belajar yang menyenangkan dan mendidik. Dapat dilihat saat pandemi COVID 19 melanda, animo peserta lomba KILA yang keseluruhan prosesnya dilakukan secara daring mendapatkan animo yang sangat tinggi dari berbagai lapisan masyarakat.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim dalam sambutannya mengatakan dalam semangat Merdeka Belajar, musik bisa menjadi salah satu sarana belajar-mengajar yang menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik.

“Karena itu pada momentum Hari Musik Nasional ini, saya mengajak para pendidik dan orang tua agar tidak ragu mengenalkan karya positif yang dihasilkan oleh insan musik tanah air sebagai inspirasi pembelajaran, demi lahirnya peserta didik dengan profil Pelajar Pancasila,” tutur Nadiem, Kamis (9/3/2023).

Kemendikbudristek lanjutnya selalu mendukung dan memfasilitasi kebebasan berekspresi dalam memperkuat tatanan dan ekosistem musik. Hal ini sejalan dengan program KILA yang selalu menghasilkan karya-karya lagu anak dari para pemenang lomba cipta lagu yang membawa misi Pendidikan dalam rangka menguatkan dan mengembangkan ekosistem lagu anak Indonesia.

Sebagai contoh dapat dilihat pada tema KILA tahun 2022 yang lalu, dimana para pencipta lagu ditantang untuk menghasilkan karya lagu anak yang membawa pesan anti perundungan dan intoleransi.

Sampai dengan kali ke-4 di tahun 2023 ini, KILA berhasil membuat dan memperluas jaringan serta data base besar para pencipta dan pemerhati lagu anak dari berbagai daerah di Indonesia. Selain dari jumlah pencipta lagu anak yang bertambah dengan nama baru setiap tahunnya, juga menambah jumlah koleksi lagu anak yang berhasil dihasilkan dari setiap kegiatan KILA yang diselenggarakan. Diharapkan dengan konsistensi penyelenggaraan KILA, maka koleksi lagu anak Indonesia akan semakin banyak dan bervariasi baik tema dan jenis musiknya.

Setiap penyelenggaraan KILA juga selalu menghasilkan sejumlah penyanyi anak dengan rentang usia 5-7 tahun dan 8-13 tahun yang berkualitas, yang semakin besar jumlah komunitasnya. Komunitas ini perlu dijaga kualitas dan diasah kemampuannya. Sehingga KILA akan mempunyai duta-duta yang berkualitas dan bisa menjadi contoh yang menginspirasi anak-anak Indonesia.

Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Hilmar Farid mengatakan bahwa keterlibatan masyarakat dalam memastikan terjadinya ekosistem lagu anak Indonesia akan menentukan perkembangan anak. Dan bila kepedulian masyarakat tidak hanya sampai batas kepedulian, maka akan terjadi gerakan kepedulian akan kualitas pemimpin Indonesia masa depan.

Ia berharap, seluruh rangkaian kegiatan mampu menggelorakan gairah bermusik maupun berkarya musik, serta mendukung dan memperkuat ekosistem musik nasional sehingga musik Indonesia lebih dikenal di kancah musik dunia.

“Melalui momentum hari Musik Nasional, Kemendikbudristek mendorong berbagai inisiatif masyarakat dalam bermusik dan berekspresi sebagai salah satu bentuk pemajuan kebudayaan, serta meningkatkan apresiasi terhadap musik di Indonesia,” pungkas Hilmar.

Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru Kemendikbudristek Ahmad Mahendra menjelaskan penyelenggaraan KILA selalu melibatkan berbagai kelompok masyarakat yang mempunyai kepedulian yang sama terhadap pengembangan jaringan masyarakat yang peduli lagu anak Indonesia. Ia berharap dengan perluasan jaringan ini akan membentuk Gerakan Peduli Lagu Anak Indonesia yang lebih massif.

Diakui penyelengaraan KILA 2023 mempunyai beberapa kekhususan, antara lain konsentrasi pada sosialisasi lagu- lagu hasil Lomba Cipta Lagu Anak yang lalu. 15 lagu akan diaransemen ulang dan dirangkai dalam sebuah pertunjukan musik anak-anak yang akan dipentaskan sebagai salah satu bentuk sosialisasi penyelengaraan KILA.

Dengan demikian, maka setiap lagu pemenang lomba cipta lagu program KILA sebelumnya, mempunyai kesempatan untuk dinyanyikan dan disosialisasikan dengan lebih baik. Selain itu beberapa lagu juga akan disiapkan dalam bentuk Video Musik yang nantinya bisa diakses dengan mudah melalui media sosial.

Sebagaimana dengan KILA tahun 2022 lalu, tahun ini KILA mengadakan sosialisasi dan aktivasi di empat kota besar Indonesia, dalam bentuk roadshow pentas musik lagu anak-anak, sekaligus pendekatan ke beberapa lembaga pendidikan dan organisasi untuk berpartisipasi dalam kegiatan KILA. Dalam KILA tahun ini kota Makasar masuk menjadi kota target sosialisasi, dengan pertimbangan mempermudah akses untuk teman-teman dari daerah Indonesia Timur, dan Medan untuk akses teman-teman dari daerah Sumatera Utara dan sekitarnya.

Berikut jadwal sementara rencana kegiatan Roadshow KILA 2023. Semarang pada 13 – 16 Maret 2023 Sosialisasi diberbagai Lembaga Pendidikan Musik dan Sekolah dan 17 Maret 2023 – Pentas Musik Anak di Radjawali Semarang Cultural Center.

Kemudian di Surabaya: tanggal 3 – 5 April 2023 – Sosialisasi diberbagai Lembaga Pendidikan Musik dan Sekolah, serta tanggal 6 April 2023 – Pentas Musik Anak di Balai Budaya Surabaya.

Di Makassar pada 8 – 11 Mei 2023 – Sosialisasi diberbagai Lembaga Pendidikan Musik dan Sekolah serta 12 Mei 2023 – Pentas Musik Anak di Mall Phinisi Point (PIPO).

Sedang di Medan pada 29 Mei – 1 Juni 2023 – Sosialisasi diberbagai Lembaga Pendidikan Musik dan Sekolah serta 2 Juni 2023 – Pentas Musik Anak di POS BLOC Medan.

Di setiap kota sasaran, dilakukan Acara Pentas Musik anak agar anak-anak, orang tua dan kelompok pemerhati musik anak bisa menikmati hasil karya lagu anak baru dengan suasana dan bentuk yang dikemas baik, sekaligus
menikmati penampilan para duta KILA (para pemenang Lomba Menyanyi Lagu Anak dari tahun-tahun sebelumnya).

Diharapkan pentas ini menginspirasi anak-anak dan memicu mereka berkarya dan memaksimalkan potensi mereka dalam musik yang sesuai dengan usia mereka dan mempunyai nilai pendidikan moral yang baik. Diharapkan juga agar pentas ini menjaring lebih banyak kelompok masyarakat yang lebih peduli dengan Lagu Anak Indonesia dan mengajak mereka untuk ikut serta. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *