oleh

Menkes Bersama Menkeu Resmikan Gedung Kanigara RSCM

POSKOTA.CO-Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengemukakan sistem keamanan data pengguna aplikasi SatuSehat serupa dengan yang berlaku pada skema perbankan.

“Kerahasiaannya seperti menggunakan kartu kredit, kalau kita pakai kartu ATM, kita kan gak takut data kita kesebar ke bank lain. Jadi ini memang sudah ada sistem keamanannya,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin seusai bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani meresmikan Gedung Kanigara di RSCM Jakarta, Jumat (03/03/2023).

Menurut Menkes, sistem keamanan aplikasi SatuSehat memiliki tingkat kerahasiaan yang setara dengan sistem perbankan secara global. Dimana secara internasional, sistem keamanan ini di perbankan sudah ada, semuanya ada tinggal kita pilih standar yang bagus.

Integrasi PeduliLindungi ke sistem SatuSehat dilakukan dalam format yang sama yang memungkinkan adanya pertukaran data. Jika ada pasien yang dirujuk ke rumah sakit rujukan, sebelum pasiennya sampai itu datanya sudah ada di rumah sakit rujukan itu. Sebab semuanya terintegrasi, bukan hanya antar rumah sakit, tapi rumah sakit dengan laboratorium, seperti Prodia dan rumah sakit dengan puskesmas, serta rumah sakit dengan apotek.

Sistem SatuSehat didesain untuk memudahkan tenaga medis dalam melihat riwayat pasien yang mereka tangani, sehingga bentuk intervensi kesehatan yang diberikan tepat.

Secara terpisah Chief Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Setiaji mengatakan pihaknya telah berkoordinasi secara intensif dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memastikan pengembangan SatuSehat, baik secara platform maupun mobile  telah memenuhi aspek keamanan yang telah ditentukan.

“SatuSehat juga telah terdaftar ke dalam Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) kategori Strategis Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo),” katanya.

Ia menambahkan masking dan enkripsi data dilakukan untuk menjaga keamanan data pengguna SatuSehat Mobile. Selain itu terkait fitur Rekam Medik Elektronik (RME), concern pengguna juga akan diminta untuk akses pertukaran data antar fasyankes sehingga data resume rekam medis hanya dapat diakses oleh pihak berkepentingan saja atas izin pemilik data (pasien).

Dukungan APBN untuk Rumah Sakit

Sementara itu di tempat yang sama Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, APBN memberikan dukungan kepada Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) senilai Rp 348,7 miliar untuk mewujudkan pelayanan rumah sakit bertaraf internasional.

“RSCM adalah referal pusat, dia adalah the ultimate rumah sakit yang sangat menentukan dan sekaligus juga menunjukkan seberapa mampu Indonesia sebagai sebuah bangsa negara memiliki sebuah rumah sakit referal yang bisa diandalkan”, ujar Menkeu.

Ditambahkan, bidang kesehatan dalam APBN mendapat alokasi yang cukup signifikan. Pada tahun 2020 hingga 2022, pemerintah melakukan perbaikan layanan di berbagai rumah sakit milik pemerintah, baik itu yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan, Pemerintah Daerah, TNI, maupun Polri.

Pemerintah juga fokus untuk mengurangi stunting. “Karena itu adalah kualitas dari sumber daya manusia Indonesia di usia muda yang harus diselamatkan”, jelas Menkeu. Selain itu, penyakit diabetes melitus pun saat ini menjadi perhatian utama pemerintah.

Kementerian Keuangan akan terus mendukung pendanaan dengan proper dan memadai. “Karena memang negara tidak akan bisa maju tanpa sumber daya manusia yang sehat dan cerdas”, ungkapnya.

Sari Mulyani juga  mengungkapkan harapannya terhadap pengoperasian Gedung RSCM Kanigara sebagai bagian pembangunan dan pembenahan berkelanjutan. “Sehingga dia menjadi sebuah referral hospital dan World Class Hospital yang bisa dibanggakan oleh bangsa Indonesia,” ujarnya.(*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *