BOGOR – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Republik Indonesia, Agus Andrianto melakukan kunjungan kerja ke Lapas Kelas II Pondok Rajeg, Rabu (9/4/2026). Selain menggelar layanan kesehatan gratis, pihak Kementerian juga membagikan 5.000 paket sembako kepada masyarakat di sekitar Taman Makam Pahlawan (TMP) Pondok Rajeg.
Layanan kesehatan tersebut melibatkan sekitar 161 tenaga medis, termasuk dokter dan dokter gigi, yang memberikan pemeriksaan kesehatan seperti pengecekan gigi, kolesterol, serta layanan medis lainnya.
Dalam kesempatan itu, Agus menyampaikan bahwa tema kegiatan, ‘Tangguh dalam Cobaan, Tumbuh dalam Pembinaan’ memiliki makna mendalam dalam proses pemasyarakatan. Menurutnya, pemasyarakatan tidak hanya bertujuan untuk menyelesaikan masa pidana, tetapi juga membina warga binaan agar mampu bangkit, berkembang, dan menjadi pribadi yang tangguh saat kembali ke tengah masyarakat.
Ia berharap melalui pembinaan berkelanjutan, warga binaan dapat meningkatkan kualitas diri, memiliki wawasan kebangsaan, rasa nasionalisme, serta kepercayaan diri sebagai bekal menjalani kehidupan setelah masa pidana.
“Perkemahan ini tidak hanya sekadar rutinitas kegiatan pembinaan, melainkan bentuk nyata komitmen membangun karakter yang dilandasi nilai kesetiaan, pengabdian, dan tanggung jawab moral,” ujar Agus.
Menanggapi situasi global, khususnya konflik perang antara Iran vs Israel-Amerika, Agus mengungkapkan adanya kebijakan khusus bagi warga negara asing (WNA) yang mengalami overstay akibat kondisi tersebut. “Mereka yang overstay karena perang masih kami izinkan tinggal di Indonesia. Termasuk yang melarikan diri sementara sambil menunggu situasi membaik, kami berikan kebijakan khusus,” jelasnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa Indonesia tetap memberlakukan aturan ketat terkait pengungsi dan tidak menerima pengungsi baru yang masuk ke wilayah Indonesia.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pembinaan kepribadian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
“Kami menghadirkan dokter umum, dokter gigi, dan tenaga medis lainnya agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara pembinaan warga binaan dan kepedulian sosial kepada masyarakat, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam merespons dinamika global dengan kebijakan yang adaptif. (yopy/jo)







Komentar