JAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengaku prihatin atas terungkapnya dugaan korupsi dalam pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, kasus tersebut semestinya bisa dicegah lebih dini apabila berbagai masukan dan kritik dari publik mendapat perhatian serius.
Pernyataan itu disampaikan Hasto usai menghadiri pemutaran film Ghost in the Cell di kawasan Metropole XXI, Minggu (7/6/2026). Kegiatan nonton bareng tersebut diselenggarakan oleh Kulturanesia bekerja sama dengan Badan Kebudayaan Nasional. “Kalau sekiranya mendengarkan aspirasi dari suara-suara kritis, hal itu sebenarnya bisa dicegah sejak awal,” ujar Hasto kepada wartawan.
Hasto menegaskan, PDI Perjuangan mengaku telah menangkap adanya sejumlah kejanggalan dalam tata kelola program MBG sejak awal pelaksanaannya. Karena itu, partai berlambang banteng tersebut memilih mengambil langkah tegas untuk menjaga jarak dari potensi penyimpangan yang mungkin terjadi.
Menurut dia, partainya bahkan telah mengeluarkan instruksi khusus yang melarang seluruh kader dan anggota legislatif PDIP terlibat dalam berbagai bentuk komersialisasi program yang diperuntukkan bagi kepentingan rakyat tersebut.
“Kami mengeluarkan instruksi larangan bagi seluruh anggota kader PDI Perjuangan untuk terlibat di dalam berbagai komersialisasi dari program yang untuk rakyat,” tegas alumnus Universitas Pertahanan itu.
Seperti diketahui, Kejaksaan Agung sebelumnya menetapkan tiga pejabat BGN sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis periode 2025–2026. Ketiganya adalah Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung.
Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung, Syarif Sulaeman Nahdi, menyatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi sedikitnya dua alat bukti yang dinilai cukup untuk menjerat ketiganya dalam perkara tersebut. Kasus ini pun menjadi sorotan publik karena menyangkut program strategis yang menyasar pemenuhan gizi masyarakat. (din/fs)







Komentar