oleh

Di Bawah Komando Jenderal Maruli, TNI AD Ubah Seragam Loreng Jadi Tangan Penolong: Dari Jembatan Hingga Air Bersih untuk Rakyat

JAKARTA – Seragam loreng tak hanya identik dengan medan tempur. Di bawah komando Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, TNI AD sedang menulis cerita lain: loreng yang basah keringat untuk membangun negeri.

Prajurit Angkatan Darat kini makin terlihat jelas turun langsung ke desa, ke sekolah, ke pos pengungsian. Tidak membawa senjata, tapi membawa semen, pipa air, buku, dan harapan.

Salah satu giat paling mencolok adalah percepatan pembangunan dua jembatan Armco penghubung Aceh Selatan–Aceh Singkil. Jembatan ini memotong jarak tempuh warga yang selama ini terisolasi saat musim hujan.

Di wilayah lain, program air bersih digencarkan. Di SDN 152983 Hutanabolon I, Kec. Tukka, prajurit TNI AD membersihkan dan merenovasi fasilitas air agar anak-anak bisa belajar dengan nyaman.

“Dari air bersih hingga jembatan, ini bukti TNI AD hadir di kebutuhan dasar rakyat,” tegas Kasad Jenderal Maruli dalam Apel Dansat belum lama ini.

1.202 Perwira Muda Dilantik

Potret humanis juga terlihat saat Kasad melantik 1.202 Perwira Remaja Diktukpa TNI AD Gelombang I TA 2026. Upacara berlangsung khidmat di tengah guyuran hujan.

Ini bukan sekadar seremonial. Ini regenerasi kepemimpinan TNI AD yang disiapkan untuk mengabdi, bukan dilayani.

Program TNI Manunggal Membangun Desa ke-126 di Malang-Batu jadi bukti nyata kemanunggalan TNI-rakyat. Jalan, irigasi, dan fasilitas umum dibenahi gotong royong.

Saat bencana melanda Ponpes MTI Paninggahan di Solok, prajurit TNI AD bergerak cepat membersihkan puing dan fasilitas pendidikan. Di NTT, lingkungan SDN dibersihkan ulang agar siswa bisa kembali belajar tanpa khawatir penyakit.

TNI AD juga tidak berhenti di infrastruktur. Desain drone inovatif dikembangkan untuk menopang misi di era baru.

Di bidang ketahanan pangan dan kesehatan, TNI AD berkomitmen mendukung program Makan Bergizi Gratis. “Makan Bergizi, Masa Depan Prestasi: Komitmen TNI AD Menuju Indonesia Emas,” menjadi narasi yang terus digaungkan.

Humanis dan Membumi

Gaya kepemimpinan Kasad Maruli terlihat jelas: tidak banyak wacana, langsung kerja. Kolaborasi dengan Kemenko Pangan untuk percepatan pengelolaan sampah nasional, penerimaan kunjungan Kasad Singapura untuk stabilitas kawasan, hingga dukungan ke Persit KCK menjelang HUT ke-80, semua berjalan paralel.

“Komitmen kami sederhana. TNI AD harus hadir di tengah kesulitan rakyat. Karena TNI kuat, kalau rakyatnya kuat,” pesan Maruli.

Dari pembangunan jembatan di Aceh, pembersihan pesantren di Solok, hingga penyediaan air bersih di NTT dan berbagai daerah pelosok lain, TNI AD di bawah Maruli menunjukkan wajah humanis militer modern.

Ini bukan sekadar giat. Ini narasi baru: tentara yang membangun, tentara yang menyembuhkan, tentara yang menyambung harapan.(aga)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *