oleh

Butuh Waktu Tahunan Membina Pola Pikir Teroris untuk Mencintai NKRI

POSKOTA. CO – Membina warga binaan teroris, agar setia kepada NKRI butuh waktu yang panjang. Namun dengan kegigihan, upaya pihak Lapas mampu membina warganya.

Kepala Lapas Narkotika Kelas II A Gunung Sindur Damari kepada wartawan, Kamis, (15/4) mengatakan, butuh waktu satu tahun bagi Lapas Narkotika Kelas II A Gunung Sindur, Badan Pemasyarakatan, BNPT, BIN dan Densus 88 agar berhasil menderadikalisasi 34 orang warga binaan kasus terorisme.

“Kami butuh waktu 6 bulan hingga 12 bulan agar 34 orang warga binaan kasus terorisme menyatakan setia kepada NKRI, keberhasilan ini karena berkat kerja keras semua pihak karena mereka ini sebelumnya selalu melawan, memprotes dan bahkan tidak mau hormat kepada Bendera Merah Putih,” ujar Damari.

Ia menerangkan, dalam upaya menderadikalisasi warga binaan kasus terorisme, pihak terkait melakukan pendekatan secara kekeluargaan baik sebagai bapak, kakak ataupun adik bagi mereka.

“Kami melakukan pendekatan secara kekeluargaan baik sebagai orang tua, kakak, adik dan juga teman. Mereka yang berhasil dideradikalisasi ini sebelumnya divonis hukuman penjara minimal 2 tahun dan maksimal 10 tahun,” ujarnya.

Ditegaskan Damari, untuk menyatakan setia atau kembali kepangkuan NKRI secara ikhlas memang bukan berarti tiket cepat menuju bebas, tetapi menjadi salah satu syarat agar mereka mendapatkan remisi atau pengurangan hukuman.

“Mereka saat ini sudah sangat layak mendapatkan remisi. Dalam pernyataan setia kepada NKRI ini, ada tiga tahap mulai dari pernyataan ikrar serta hormat kepada Bendera Merah Putih sebaai simbol negara, mendapatkan bimbingan dari Kementerian Agama dan juga menandatangani surat dengan materai akan tekadnya,”kata Damari.

Ia melanjutkan, ada 34 orang warga binaan kasus terorisme yang sebelumnya ditahan di sel high security, akan dipindah ke medium security. Hal itu karena akan ada pertarungan ideologi dengan 22 orang warga binaan kasus terorisme lainnya yang belum menyatakan setia kepada NKRI.

“Tentunya mereka akan dipisahkan ruang tahanannya dengan 22 orang warga binaan kasus terorisme lainnya yang belum menyatakan setia kepada NKRI agar tidak ada reaksi yang tidak bagus, 34 orang warga binaan kasus terorisme yang sebelumnya ditahan di sel high security dan sudah setia kepada NKRI akan dipindah ke medium security. Kami terus akan melakukan program deradikalisasi ini dan bahkan akan tetap membinanya setelah mereka bebas dari sanksi hukuman penjara,” tegas Damiri. (yopi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *