oleh

Stimulasi dan Gizi yang Baik Berpengaruh pada Perkembangan Otak Anak

JAKARTA-Hadiri Kelas Orang Tua Hebat (Kerabat) Seri 5 yang diselenggarakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr. Atalia Praratya, S.IP, M.Ikom yang dikenal sebagai “Ibu Cinta” membeberkan pengalamannya dalam mengasuh anaknya,  Arkana, beserta perjuangannya mendampingi Arkana melewati fase 1.000 Hari Pertama Kehidupannya (HPK) yang mengalami beberapa kendala.

“Dari sekian banyak ada dua hal yang paling penting, yakni kita harus memberikan stimulasi yang baik dan memberikan gizi yang baik kepada anak kita. Supaya mereka memiliki pondasi untuk kesehatan dan tenaga bagi tubuhnya,” ungkap istri mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, ini ketika memimpin dialog Kerabat Seri 5 melalui zoom meeting, Kamis (30/05/2024).

Diakuinya, Arkana yang diasuhnya pada usia empat  bulan dan mengalami berbagai masalah kesehatan salah satunya lingkar kepala kurang, berat badan dan tinggi badan yang tidak sesuai dengan tahapan perkembangannya dan mengalami infeksi di dalam tubuhnya.

“Kami langsung saja memberikan pendampingan dan perawatan kepada Arkana. Pada waktu itu Arkana mendapatkan apa yang kita sampaikan pada hari ini. Dia diberikan stimulasi yang maksimal, gizi yang maksimal.”

Ia pun berkonsultasi dengan dokter dalam merencanakan stimulasi dan gizi bagi Arkana hingga kini pada usianya yang ke-4 tahun Arkana sudah memiliki lingkar kepala, berat badan dan tinggi badan yang normal dan perkembangan kognitif, motorik dan sosio-emosional yang sangat baik. Menurutnya, stimulasi ini mampu memberikan upaya intervensi dalam perkembangan otaknya.

“Stimulasi itu bisa membuat mereka mengenal, menyentuh, merangkak, melompat. Kemudian mereka juga belajar bagaimana stimulasi itu  mendorong supaya memiliki keterampilan sosio-emosionalnya. Jadi bagaimana berbagi, kerjasama, bagaimana berkomunikasi, itu juga karena stimulasi,” tambahnya.

Ia mengungkapkan pemenuhan gizi seimbang pada anak memang penting terutama untuk kesehatan fisik anak-anak, salah satunya perkembangan otaknya. Begitu juga pentingnya memelihara kesehatan mental anak.

“Anak adalah individu yang perlu memiliki kebahagiaan dalam dirinya. Jadi, dia harus didampingi juga dari sisi dua-duanya. Dan juga bagaimana sistem kekebalan tubuhnya penting sekali. Bagaimana mereka bisa berkonsentrasi, berenergi dan sebagainya,” ujarnya.

Perkembangan Otak Anak

Sementara itu, dokter anak Subspesialis Nutrisi dan Penyakit Metabolik Anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Winra Pratita, Sp.A(K), M.Ked(Ped) yang juga menjadi narasumber dalam acara ini mengatakan bahwa sebanyak 80% perkembangan otak anak terjadi pada dua tahun pertama kehidupannya.

“Nutrisi dalam 1.000 HPK penting dalam perkembangan otak anak, perkembangan kognitif, motorik, dan kemampuan sosio-emosional pada masa anak-anak dan selanjutnya pada masa remaja,” jelasnya.

Menurut dr. Winra,  kekurangan nutrisi bisa berdampang pada jangka panjang kehidupan anak pada dewasa kelak.

“Kekurangan nutrisi pada masa anak- anak berhubungan dengan gangguan kognitif dan tingkah laku pada masa anak-anak dan remaja. Berpengaruh pada produktivitas masa dewasa, termasuk masa sekolah yang pendek dan pendapatan yang rendah. Kemudian berpotensi pada peluang ekonomi lebih rendah dan berpengaruh pada pendapatan kapital,” imbuhnya.

Ia pun juga menyebutkan pentingnya anak mengkonsumsi protein hewani setiap hari atau sesering mungkin untuk mencegah stunting.

“Penelitian bahwa konsumsi protein hewani salah satunya ikan ternyata angka skor tinggi badannya itu lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mengkonsumsi ikan apapun, contohnya ikan kembung, tidak perlu ikan mahal,” urainya.

Bagi keluarga yang mengalami kesulitan mengatasi anak yang susah makan, dr. Winra memberikan sejumlah tips diantaranya menerapkan aturan makan.

“Ada jadwal makanan utama dan makanan selingan yang teratur. Susu dapat diberikan  dua sampai tiga kali sehari untuk anak di atas 1 tahun maksimal 600 ml perhari. Durasi makan tidak boleh lebih dari 30 menit. Hanya boleh mengkonsumsi air putih di antara waktu makan.”

Menurutnya, lingkungan dan prosedur juga menjadi aturan makan yang harus diterapkan. Lingkungan makan harus menyenangkan. Jangan ada paksaan dan distraksi seperti mainan, televisi, perangkat elektronik saat makan, dan jangan memberikan makanan sebagai hadiah.

“Dorong anak untuk maka. Bila anak tidak mau makan, berikan kembali makanan secara netral tanpa membujuk dan memaksa. Bila setelah 10-15 menit anak tetap tidak mau makan, akhiri proses makan,” tambahnya.

BKB Terbaik

Pada acara Kerabat Sesi 5 ini, Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN, Dr Irma Ardiana, MAPS,  mengumumkan Kelompok Bina Keluarga Balita terbaik se-Indonesia. Mekanisme penetapannya telah dilakukan selama dua bulan. Penyeleksian dilakukan pada tingkat kabupaten/kota, kemudian naik ke provinsi, lalu pada tingkat pemerintah pusat.

Pemilihan BKB terbaik ada lima indikator penilaian. Komitmen pimpinan daerah atau kepala desa merupakan indikator teratas. Kemudian di dalam BKB harus ada struktur organisasinya dituangkan dalam legalitas kelompoknya, kalau di Sistem Informasi Keluarga (SIGA) apakah ada K0 BKB nya.

Selanjutnya, kalau memberikan pelayanan kepada masyarakat apakah memiliki sarana prasarana yang memadai. Tidak perlu mewah tetapi cukup memastikan ketika kader memberikan penyuluhan diterima dengan baik. “Kemudian kita melihat pelayanan penyuluhannya, apakah dilakukan setiap bulan dan ini bisa terintegrasi dengan posyandu dan PAUD,” jelasnya.

Pada penilaian akhir yang menjadi dewan juri berasal dari Kemendes, Kemendagri, dan akademisi (Institut Pertanian Bogor).

BKB terbaik tahun 2024 yang ditetapkan dalam empat  regional adalah Regional I BKB Sarana Sehat Provinsi Riau;

Regional II BKB Seruni Provinsi Jawa Barat;

Regional III BKB Mimosa Korem 172 Provinsi Papua;

Regional IV BKB Seroja Provinsi Kalimantan Selatan

Kelas Orang Tua Hebat (Kerabat) Seri 5 diselenggarakan melalui zoom meeting dan live streaming di akun BKKBNOfficial  bertemakan “Yuk Maksimalkan Stimulasi dan Gizi Anak untuk Tumbuh Kembang Optimal”.

Acara ini menghadirkan moderator dokter Spesialis Anak dan expert dari aplikasi Tentang Anak, dr. Ayudya Soemawinata, BMedSc (Hons), IBCLC. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *