oleh

Perkembangan Ekonomi dan Budaya Tiongkok Berdampak pada Minat Belajar Bahasa Mandarin di Indonesia

POSKOTA.CO-Tiongkok dengan populasi lebih dari 1,4 miliar jiwa dan sebagai negara terbesar di dunia, saat ini sedang berkembang pesat dalam bidang ekonomi dan teknologi. Hal ini telah membuat Tiongkok menjadi salah satu kekuatan besar di dunia dengan pengaruhnya yang semakin meningkat di kancah global.

Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok meluncurkan program Belt and Road Initiative (BRI) untuk membantu negara-negara mitra untuk berkembang secara politik dan ekonomi bersama Tiongkok. Program BRI telah berhasil menciptakan banyak kesempatan bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok untuk masuk ke pasar internasional dan menghasilkan keuntungan besar.

Tiongkok juga menjadi mitra dagang terbesar Indonesia, dengan nilai perdagangan mencapai US$124,34 miliar pada tahun 2021, tumbuh 58,43% dari tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa hubungan antara Indonesia dan Tiongkok semakin kuat dari waktu ke waktu, memunculkan kebutuhan untuk mempelajari bahasa Mandarin di Indonesia. Banyak perusahaan Tiongkok yang mulai berinvestasi di Indonesia, seperti Wuling, DFSK, Oppo, Vivo, Xiaomi, TikTok, dan Alibaba. Ini membuka peluang bagi anak bangsa untuk bekerja di perusahaan-perusahaan ini dengan keahlian bahasa Mandarin yang mereka miliki.

Melihat potensi ini, banyak orang Indonesia mulai mempelajari bahasa Mandarin dengan harapan dapat mengambil peluang yang ditawarkan oleh perkembangan ekonomi Tiongkok. Namun, biaya yang diperlukan untuk belajar bahasa Mandarin seringkali menjadi kendala bagi banyak orang.

Kampung Mandarin Beijing adalah sebuah lembaga kursus bahasa Mandarin yang didirikan oleh Ranggadani Aditya, seorang lulusan Beijing Language Culture University. Kampung Mandarin Beijing menawarkan program belajar online dan offline dengan metode yang mudah dipahami dan harga yang terjangkau bagi semua kalangan. Lembaga ini telah berhasil mencetak ratusan lulusan yang sukses untuk meneruskan pendidikan di Tiongkok atau mendapatkan pekerjaan di perusahaan-perusahaan asal Tiongkok.

Meningkatnya minat belajar bahasa Mandarin di Indonesia tidak hanya dipicu oleh kebutuhan ekonomi semata, tetapi juga oleh keinginan untuk memahami budaya Tiongkok yang semakin dikenal di seluruh dunia. Bahasa Mandarin adalah bahasa resmi Tiongkok dan merupakan bahasa terbanyak yang digunakan oleh orang di seluruh dunia. Belajar bahasa Mandarin memberikan akses ke budaya dan sejarah Tiongkok yang kaya, serta membuka pintu untuk membangun hubungan sosial dan bisnis dengan orang-orang Tiongkok.

Dengan perkembangan ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok yang semakin pesat, mempelajari bahasa Mandarin menjadi sangat penting untuk meningkatkan peluang karir dan bisnis. Tidak hanya itu, Kampung Mandarin Beijing juga membantu peserta dalam memahami budaya dan kebiasaan masyarakat Tiongkok, sehingga mempermudah peserta dalam berinteraksi dan bernegosiasi dengan para mitra bisnis dari Tiongkok.(*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *