oleh

BKKBN dan KKP Gelar Sosialisasi Protein Ikan bagi Generasi Muda untuk Atasi Stunting

JAKARTA-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ungkapkan tiga cara mengonsumsi makanan bergizi ikan. Hal ini  perlu mendapat perhatian dari masyarakat mengingat pentingnya ikan untuk mengatasi masalah stunting.

“Ada tiga cara mengkonsumsi ikan dari ikan segar dimasak, diolah, dan fortifikasi. Pertama bisa dimasak untuk sajian makan malam, siang,” kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk, KKP Budi Sulistyo di sela-sela acara Sosialisasi Protein Ikan untuk Generasi Muda yang diikuti para siswa SLTA di Jakarta Pusat, Jumat (26/07/2024).

Menurut Budi, selain itu  ada juga olahan seperti bakso ikan, sosis, dan sebagainya. Ketiga ada fortifikasi berupa  konsentrasi dari ekstrak protein ikan dicampurkan tepung, beras dan sebagainya.

Ada ikan yang diolah dalam bentuk sajian yang  minimal 30 persen harus mengadung ikan SNI. Misalnya olahan dalam bentuk  bakso ikan, sosis, dan sebagainya.

Jika makanan tersebut berbentuk cilok maka itu sejenis fortifikasi. Cilok juga termasuk olahan yang sudah mengandung protein ikan.

“Jadi rasanya tidak berubah, warnanya tidak berubah. Asupan protein juga tidak berubah,” katanya.

Untuk itu, kata dia, pihak KKP bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional untuk mensosialisasikan mengenai ikan. Hal ini bertujuan agar mengurangi potensi stunting dalam keluarga.

“Ikan itu tidak mahal, dan itu adalah sumber protein yang tersedia di alam kita. Sumber protein yang paling berlimpah itu adalah ikan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala BKKBN Dokter Hasto Wardoyo mengatakan, yang bisa membawa perubahan di negara kita adalah  generasi muda. Terlebih soal pola makan bergizi.

“Makanya menurut saya apa yang dilakukan dengan KKP itu penting. Dengan ilmu pengetahuan anak SD tentang makanan memberikan harapan dan efektif,” tutup Hasto. (*/fs)​

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *