BOGOR – PT. Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) melalui produk unggulannya, Kuku Bima bekerja sama dengan Yayasan Tangan Orang Peduli (TOP) Surabaya menyelenggarakan kegiatan baksos operasi sumbing bibir gratis bagi pasien tidak mampu yang berada di wilayah Bogor dan sekitarnya. Kegiatan ini dilaksanakan di RS Permata Jonggol, pada Jumat, (22/5) dengan mengoperasi 20 pasien penderita sumbing bibir.
Bantuan secara simbolis sebesar Rp355.250.000,- diserahkan oleh Direktur Utama PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat dan Perwakilan Yayasan Tangan Orang Peduli, Maya Sari kepada Direktur RS Permata Jonggol dr. Sri Handayani, MARS, disaksikan oleh Camat Jonggol, Andri Rahman, S. STP. M.Si.
Direktur Utama Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat menyampaikan apresiasinya kepada Yayasan TOP yang secara rutin melakukan aksi sosial dan aksi kemanusiaan untuk berbagai bidang. “Saya senang karena meskipun yayasan ini beranggotakan orang-orang yang gemar berolah raga, namun mereka memiliki kepedulian untuk sesama. Jadi sambil berolah raga, mereka ngumpulin amal untuk disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan bantuan,” ujar Irwan.
Kolaborasi Sido Muncul dengan yayasan TOP ini diakui Irwan dijembatani oleh anggota Yayasan TOP Rheno Adrian Hidayat. Yayasan yang diketuai Nathalia Soetrisno, merupakan yayasan sosial yang lahir dari keyakinan bahwa olah raga dapat menjadi sarana untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat. Mereka yang merupakan komunitas pecinta olahraga raket, memiliki visi sederhana namun kuat yakni mengubah semangat olahraga menjadi gerakan kepedulian sosial yang berkelanjutan.
Dari total bantuan Rp355.250.000 juta yang didonasikan, rincinannya adalah Rp200.000.000 berasal dari Yayasan TOP dan Rp155.250.000 berasal dari Sido Muncul.
Lebih lanjut, Irwan Hidayat mengatakan bahwa dia sangat memahami rasanya menjadi orang tua dengan anak penderita bibir sumbing, maka bantuan ini tujuannya adalah untuk meringankan beban para orang tua.
“Kami bisa merasakan bahwa anak-anak yang menderita bibir sumbing kesulitan untuk makan, berbicara dan kurang percaya diri terhadap penampilannya. Maka dari itu, hari ini kami kembali memberikan bantuan operasi sumbing bibir gratis bagi 20 penderita yang ada di wilayah Bogor,” ujar Irwan Hidayat.
Bagikan Kisah Personal
Dalam kesempatan tersebut Irwan Hidayat juga ia membagikan kisah personal yang mendalam mengenai filosofi hidupnya dan alasan kuat di balik konsistensi Sido Muncul dalam melakukan berbagai aksi sosial. Kisah ini bermula dari pengalaman pribadi menghadapi depresi.
Irwan menceritakan bahwa pada usia 21 tahun, ia sempat mengalami fase sulit dalam hidupnya saat berjuang melawan penyakit malaria, yang kemudian memicu depresi berat, insomnia, hingga berbagai fobia (multi-phobia). Selama bertahun-tahun, ia mencoba mencari ketenangan melalui kesenangan (pleasure) hingga pencapaian hidup (achievement), namun keduanya tidak berhasil menghilangkan stres yang dialaminya.
“Ketenangan hati itu baru saya temukan lewat contribution (kontribusi atau berbagi). Menolong orang lain ternyata memberikan kedamaian yang luar biasa bagi hati saya,” ujar Irwan.
Ia menambahkan bahwa pengalaman sakit di masa lalu itulah yang membentuk perspektifnya saat ini. Menurutnya, Sido Muncul tidak akan menjadi perusahaan seperti sekarang jika ia tidak melewati fase sulit tersebut.
Apresiasi untuk Tim Medis
Operasi bibir sumbing gratis di RS Permata Jonggol ini ditangani oleh tim medis ahli, di antaranya Dr. Shirley dan Dr. Renky. Irwan meyakinkan para orang tua pasien bahwa anak-anak mereka berada di tangan yang tepat karena tim dokter yang bertugas dikenal memiliki rekam jejak yang sangat baik dan ahli di bidangnya.

Selain operasi bibir sumbing, Irwan juga menyoroti pentingnya penanganan medis lanjutan seperti perbaikan langit-langit mulut, serta perhatian terhadap isu kesehatan lain seperti katarak dan stunting. “Kepada ibu-ibu yang anaknya sakit, saya berharap nanti setelah operasi mereka pasti sembuh. Tolong sampaikan juga kepada teman-teman atau tetangga di rumah, bahwa di RS Permata Jonggol bisa melakukan operasi bibir sumbing gratis ini. Kita harus selalu bersyukur kepada Tuhan,” tutup Irwan Hidayat.
Melalui program ini, PT Sido Muncul berharap dapat meringankan beban finansial rumah sakit serta membantu anak-anak sebagai generasi masa depan agar dapat tersenyum kembali dengan penuh percaya diri.
Sebelumnya, Maya Sari, mewakili Ketua Yayasan TOP Nathalia Soetrisno menyampaikan keyakinannya bahwa sbeuah bantuan yang diberikan dengan tulus tidak hanya akan mengubah keadaan seseorang tetapi juga bisa membawa harapan baru bagi masa depan.
Program operasi gratis sumbing bibir dan langit-langit ini diakuinya menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi Yayasan TOP dan Sido Muncul, yang lahir dari semangat bahwa olahraga dan kepedulian sosial bisa berjalan bersama.
Direktur RS Permata Jonggol dr. Sri Handayani MARS mengatakan baksos ini akan berlangsung selama lima bulan, terhitung sejak bulan Mei sampai dengan bulan Oktober 2026. Harapannya dalam rentang waktu lima bulan ini, akan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas lagi, dan akan lebih banyak lagi anak-anak mendapatkan penanganan operasi sumbing bibir dan langit-langit.
“Saat ini sudah 20-an anak mendaftar ikut kegiatan operasi sumbing bibir, 8 diantara siap dioperasi hari ini,” katanya.
Seorang pasien peserta baksos operasi sumbing bibir Adel, 12, menyampaikan harapannya setelah mengikuti operasi lanjutan ini, bentuk bibir atasnya menjadi lebih rapih dan simetris.
“Mau masuk SMA, malu kalau masih begini,” katanya. Ia sendiri pernah menjalani operasi sumbing bibir pada usia 5 bulan. Dalam perjalanan tumbuh hingga 12 tahun, tidak ada keluhan yang dialami kecuali kurang percaya diri dengan bentuk bibir atasnya yang masih terlihat tambalan.
Yayasan TOP (Tangan Orang Peduli) itu sendiri merupakan yayasan sosial yang lahir dari keyakinan bahwa olahraga dapat menjadi sarana untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat. Didirikan oleh komunitas pecinta olahraga raket, TOP hadir dengan visi sederhana namun kuat: mengubah semangat olahraga menjadi gerakan kepedulian sosial yang berkelanjutan.
Berawal dari komunitas tenis, TOP membangun gerakan yang menghubungkan pemain, sponsor, komunitas, dan masyarakat untuk bersama-sama menghadirkan perubahan positif. Seiring berkembangnya minat olahraga raket di Indonesia, khususnya pertumbuhan padel yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir, TOP juga mulai aktif mendukung dan mengembangkan ekosistem olahraga padel. Apalagi para pendiri dan penggerak TOP kini juga aktif dalam komunitas padel dan melihat olahraga ini memiliki semangat kebersamaan yang kuat serta potensi besar untuk menjadi sarana berbagi kepada sesama.
Karena bagi TOP, baik tenis maupun padel bukan hanya tentang pertandingan atau kompetisi semata. Lebih dari itu, olahraga adalah wadah untuk membangun persahabatan, memperkuat komunitas, dan menciptakan dampak sosial yang nyata.
Sejak berdiri, TOP telah menjalankan berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, di antaranya:
* Program Water of Life, penyediaan akses air bersih di berbagai desa yang membutuhkan.
* Program beasiswa pendidikan bagi anak-anak kurang mampu.
* Renovasi panti asuhan, rumah jompo, dan fasilitas sosial lainnya.
* Bantuan sosial dan kemanusiaan di berbagai daerah.
* Kolaborasi kegiatan kesehatan dan kemanusiaan, termasuk program Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-langit bersama RS Permata Jonggol dan Sidomuncul.
Pada tahun sebelumnya, TOP berhasil membantu pembangunan 3 titik Water of Life di Bojonegoro, serta menyalurkan bantuan bagi panti asuhan dan rumah jompo di Surabaya dan sekitarnya. Melalui kolaborasi bersama Sidomuncul dalam kegiatan Tolak Angin x TOP Tennis & Padel Tournament 2026, sebagian hasil kegiatan disalurkan kembali untuk mendukung program sosial yang berdampak nyata, termasuk operasi bibir sumbing gratis dan program air bersih bagi masyarakat.
TOP percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama.
Karena itu, TOP terus membuka ruang kolaborasi bagi komunitas, perusahaan, dan masyarakat luas untuk bergerak bersama dalam semangat kepedulian. TOP — Dari olahraga, untuk sesama. Mengubah hobi menjadi aksi sosial yang nyata. (in)







Komentar