oleh

Warga Depok Diminta Melihat Rekam Jejak Calon Pemimpin Mendatang

DEPOK – Rekam jejak keluarga dan calon pemimpin di Pilkada Depok tahun 2024 harus mendapatkan perhatian  warga Depok nanti saat 27 Nopember 2024 mendatang karena untuk keberlangsungan pembangunan Kota Depok lima tahun ke depan.

“Semua rekam jejak maupun latar belakang keluarga dan calon wali kota atau wakil wali kota Depok harus diketahui masyarakat atau pemilih warga Depok agar tidak kecewa dikemudian hari,” ujar Pendeta Gereja Protestas Maluku (GPM) Marvietha. C. Soplely, Rabu (30/10).

Masyarakat Kota Depok harus mengetahui latar belakang maupun rekam jejaknya calon pemimpin daerah yang akan dipilih dalam Pilkada Depok tahun 2024 mendatang karena finansial itu menjadi patokan bagi pemimpin daerah agar kepala daerah tidak melakukan penyimpangan baik terkait masalah keimaapalagi sampai melakukan korupsi.

Dirinya, sangat terkejut mengetahui istri dari Candra Rahmansyah adalah seorang Legal and Coorporate Affaie Alexis Hotel, sebuah hotel di Jakarta yang ditutup Gubernur setempat atas dugaan praktik prostitusi. “Jika betul tentunya ada sedikit ‘tercoreng’ sehingga perlu diantisipasi sejak dini atau sebelum pelaksanaan Pilkada Depok,” tegasnya.

Terkait masalah, Lita Novita. istri calon wali kota Depok Chandra Rahmansyah yang diduga menjadi pengacara hotel Alexis di Jakarta yang ditutup Gubernur KDKI Jakarta beberapa waktu lalu. “Tentunya masyarakat Depok juga sudah pintar dan pandai dalam memilih calon pemimpin Depok untuk masa mendatang,” katanya.

Pilih yang paling baik dan paling sedikit kesalahannya termasuk rekam jejaknya tidak punya masalah moral atau lainnya, imbuhnya, karena ini menyangkut generasi muda mendatang terlebih untuk masyarakat Depok secara keseluruhan.

Sebelumnya, Calon Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah melalui tim pemenangannya kepada Poskotaonline beberapa waktu lalu,  mengatakan bahwa istrinya Lina Novita memang betul bekerja sebagai.kuaaa hukum hotel Alexis. “Itu betul kerja sebagai pengacara tapi tentunya bersifat profesional tidak harus dikaitkan dengan politik,” ujarnya. (anton/jo)

Teks foto: Pendeta Gereja Protestas Maluku (GPM) Marvietha. C. Soplely.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *