oleh

Wanita Muda Dijual ke Penggemar Sekali Kencan Rp500 Ribu, Mucikarinya Ditangkap

POSKOTA. CO – Kasus perdagangan manusia dengan modus mencari keuntungan finansial yang sudah berlangsung setahun, di ungkap Polres Bogor. Korban yang merupakan wanita berusia muda ditampung di villa yang disewa oleh mucikari. Setelah ada tamu, para wanita ini lalu diminta melayani tamu dengan tarif Rp500 ribu sekali kencan.

Dari nilai transaksi ini, wanita muda yang menjadi korban perdagangan ini mendapatkan Rp300 ribu. Sementara sisanya Rp200 ribu diperuntukan untuk jasa mucikari dan sewa tempat yang masing – masing mendapat bagian Rp100 ribu.

Selain menyelamatkan empat korban dan mengamankan dua pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa 2 HP, 2 kondom dan uang tunai Rp2 juta.

Kapolres Bogor, AKBP Harun mengatakan, pengungkapan kasus ini oleh Sat Reskrim Polres Bogor atas informasi masyarakat. Perdagangan manusia atau human trafficking di sebuah Vila di Kecamatan Megamendung, Bogor ini, polisi mengamankan dua orang wanita sebagai mucikari.

Mucikari yang ditangkap

“Dua orang tersangka mucikari atau pelaku perdagangan manusia berinisial NO dan LS ini terancam hukuman penjara selama 3 hingga 15 tahun penjara karena kami mengenakan Undang – Undang nomor 21 tahun 2007 pasal 2 tentang perdagangan manusia, pasal 296 dan 506 KUHP,” kata Kapolres Bogor, AKBP Harun usai bersilaturahmi dengan wartawan yang tergabung dalam Pokja wartawan Polres Bogor Jumat, (22/1/2021).

Kapolres menegaskan, kedua tersangka yang kini sudah ditahan, di jerat dengan Undang – Undang nomor 21 tahun 2007 pasal 2 tentang perdagangan manusia, pasal 296 dan 506 Kitab Undang-Udang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman penjara minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun, karena sudah terbukti melakukan tindak pidana.

Dalam pemeriksaan, perdagangan manusia ini, para mucikari bekerjasama dengan pihak pengelola atau karyawan dari vila tersebut.

“Setiap transaksi perdangan manusia atau prostitusi sebesar Rp 500 ribu untuk shorr time. Pihak mucikari dan karyawan masing-masing mendapatkan keuntungan Rp 100 dan Rp 300 ribu untuk korban perdangan manusia,” terangnya.

AKBP Harun menuturkan, korban perdagangan manusia dari tersangka NO dan LS ada 6 orang wanita, 4 orang wanita diantaranya dijadikan saksi oleh Sat Reskrim Polres Bogor.

“Korbannya ada 6 orang dimana mereka merupakan warga Bogor dan Cianjur, 4 orang diantarnya hanya kami jadikan saksi dan saat ini sudah dikembalikan ke keluarganya,” tegas AKBP Harun sambil menambahkan, ada kondom, HP dan uang tunai disita sebagai barang bukti. (yopi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *