JAKARTA – Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (PPK), Nanik Sudaryati meninjau pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Sukatani 4 Depok, Jumat (24/1). Menurutnya program tersebut harus diterus berjalan karena selain berguna untuk anak-anak juga meningkatkan perekonomian masyarakat.
Dikatakan Nanik, di SDN Sukatani 4 itu sendiri ada 776 siswa yang setiap harinya mendapatkan jatah makan bergizi dari pemerintah. Dan untuk menyuguhkan makanan itu, harus disiapkan dapur besar untuk menyiapkan berbagai menu masakan setiap harinya.
“Salah satu yayasan pak Prabowo Subianto yaitu Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) ikut turun tangan menyiapkan makanan untuk anak-anak Indonesia,” kata Nanik, Jumat (24/1).
Menurutnya, program makan bergizi yang dicetuskan Presiden Prabowo sangat luar biasa untuk kemajuan bangsa. Karena selain menjadikan anak-anak tumbuh dengan baik, ini juga bisa mengentaskan kemiskinan bagi masyarakat.
“Program yang harus membuat dapur untuk menyiapkan makanan bagi anak-anak, secara otomatis membuka lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat karena satu dapur itu ada 50 pekerja,” ujar Nanik.
Disebutkan wanita yang juga merupakan Wakil Ketua Yayasan GSN ini, program MBG juga sangat membantu mengentaskan kemiskinan dan juga membuat perputaran ekonomi. “Karena dalam satu hari perlu beras 1 kwintal beras, sayur 200 kg, daging, ayam dan lainnya belum dihitung. Jadi bayangkan MBG bisa menghidupkan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Nanik menambahkan, MBG juga menghidupkan dan membangkitkan ekonomi kelas bawah, seperti pabrik tempe, tahu, kecambah, pedagang semua hidup karena dapur memerlukan bahan makanan setiap harinya. Belum lagi pasokan buah yang setiap harinya membutuhkan ratusan kilogram dari satu dapur yang ada.
“Salah satu contoh di wilayah Depok dan Cibubur yang disana ada 8 dapur, pernah terjadi kekurangan wortel yang semua terserap di dapur, itu akhirnya membuat harganya naik. Pastinya perkebunan mendapatkan hasil juga,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Yayasan GSN Mayjen (Purn) Firman Dahlan menambahkan, pihaknya setiap harinya harus menyiapkan 16 ribu porsi makanan bergizi untuk disebar di beberapa wilayah di Depok. “Kami sendiri menyebar makanan ke 39 sekolah mulai dari paud, TK, SD, SMP, hingga SMA,” ujarnya.
Firman menambahkan, yayasan GSN sendiri ada lima dapur, sehingga semua bisa dilaksanakan dengan maksimal setiap hari sesuai dengan perencanaan yang telah disiapkan.
“Untuk makanan yang disiapkan itu akan berlangsung hingga satu tahun kedepan, sesuai dengan perjanjian kerja sama.
Menunya berubah-ubah setiap harinya,” ungkap Firman. (Ifand/fs)








Komentar