JAKARTA-Disela-sela acara Pelantikan Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Masa Bhakti 2024-2027 di Soehanna Hall, The Energy Building Jakarta (20-01-2025), Turman Simanjuntak yang membidangi HSDA (Hilirisasi Sumber Daya Alam) dan juga sebagai pendiri POSTIDAR (Poros Tiga Daerah) bersama Sulaiman haikal dan Ahmad Kailani, menyampaikan ketersediaan minyak dan gas bumi (migas) memiliki dampak yang luas terhadap berbagai sektor, termasuk didalamnya upaya pemerintah dalam mendorong program makan bergizi gratis (MBG).
Turman menjelaskan, “Produksi minyak harian tercatat rata-rata sekitar 591.706 BOPD dan produksi gas harian rata-rata sekitar 6.464 MMSCFD”. Disisi lain concern pemerintah untuk tetap bisa menjaga pasokan migas, karena bila tidak bisa berdampak harga migas naik dan secara linier biaya penyediaan harga produksi makanan juga meningkat, sehingga dapat mengganggu program MBG tersebut ujarnya.
Lebih lanjut Turman berharap ketersediaan migas yang cukup memungkinkan pemerintah tetap mempertahankan subsidi energi, yang berimplikasi pada penekanan biaya operasional program sosial. Dalam konteks makan bergizi gratis, subsidi migas dapat membantu menekan biaya transportasi untuk supply bahan makanan, pengolahan dan pendistribusiannya kesemua lokasi untuk 82,9 juta penerima manfaat.
Hal lain juga disampaikan, bahwa saat ini cadangan operasional BBM yang tersedia berkisar, yaitu bensin/gasoline (pertalite, pertamax, pertamax turbo) sekitar 18 – 20 hari dan Minyak Solar/gasoil (biosolar, dexlite, perta dex) berkisar 17 hari. Selain masih cukup untuk memenuni kebutuhan BBM dan Gas di bulan puasa dan lebaran dalam beberapa waktu kedepan, juga masih cukup untuk mendukung kelancaran program MBG yang dijalankan oleh pemerintah.
Kestabilan harga BBM dan Gas bisa menjamin anggaran biaya produksi makan bergizi gratis dapat tetap terjaga porsi dan kualitasnya sesuai dengan ketentuan dari pemerintah melalui SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang telah dibentuk. Selain itu juga, pemerintah menetapkan untuk menggunakan bahan-bahan makanan yang berasal dari komoditas lokal, sehingga berdampak langsung terhadap ekonomi lokal itu sendiri ujarnya.
“Sangat baik dan harus didukung, ketersediaan Migas dan kestabilan harga bahan pokok makanan untuk mendorong program MBG selama 5 tahun kedepan sebagai investasi kesehatan dan penguatan sektor ekonomi” ujarnya menutup pembicaraan. (fs)







Komentar