JAKARTA – Dalam upaya menghadirkan keadilan pembangunan bidang transportasi, Pemprov DKI Jakarta bakal membangun jaringan transportasi antara Jakarta dan Kabupaten Kepulauan Seribu. Rencananya pengadaan kapal yang nantinya secara rutin berkeliling antarpulau dan daratan Ibukota bakal dikelola PT Transjakarta.
DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan pengadaan kapal untuk angkutan umum rute pulau – daratan saat ini sedang dibahas serius bersama sejumlah instansi terkait. “Hasil pembahasan tersebut memutuskan pengelolaan transportasi dari dan menuju Kepulauan Seribu akan dialihkan ke PT TransJakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan rute TransJakarta ke Kepulauan Seribu mulai berjalan pada 2027.
“Selama ini ada beberapa kapal yang dikelola oleh Dinas Perhubungan, namun jalannya tidak sesuai harapan, karena Dishub tidak bisa mengelola angkutan laut secara profesional,” kata Pramono kepada wartawan di Jakarta, Rabu (19/8). Untuk itu pengelolaan kapal tersebut segera dialihkan kepada BUMD Transjakarta. “Kita juga akan tambah lagi kapalnya demi memudahkan warga pulau mendapatkan layanan angkutan laut yang nyaman dan murah,” paparnya.
Menurut Pramono, keputusan membangun moda transportasi laut tersebut diambil setelah melihat pengalaman TransJakarta dalam mengelola layanan transportasi publik. “Maka untuk itu kami memutuskan dalam rapat dan sudah diputuskan, untuk tahun 2027 transportasi ke Pulau Seribu, dari dan ke Pulau Seribu, yang mengelola secara profesional akan dikelola oleh Transjakarta,” tandasnya.
Secara terpisah, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Basri Basro menyatakan bahwa program tersebut mendapat dukungan dari kalangan dewan. “Angkutan laut ini akan menghubungkan antarpulau dan daratan Jakarta. “Jadi warga Pulau yang hendak beraktivitas di daratan menjadi lebih mudah. Begitu pula warga DKI Jakarta dan sekitarnya akan semakin mudah bepergian ke Pulau, baik untuk bisnis, wisata, maupun keperluan lainnya,” jelas politisi Golkar.
Baco menjelaskan bahwa nantinya angkutan laut tersebut akan secara rutin berkeliling ke sejumlah Pulau maupun kawasan pesisir Jakarta. “Ada atau tidak ada penumpang, kapal akan secara rutin menempuh rute yang ditentukan,” jelas Baco. (jo)








Komentar