POSKOTA.CO – Dikepung ratusan warga yang tergabung dalam Persatuan Santri Jalur Puncak, pengelola dan penghuni Tempat Hiburan Malam (THM) di kawasan Puncak kocar kacir selamatkan diri.
Massa datang ke Hotel Cipayung Asri, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, lokasi yang diduga ada THM.
Massa datang ke lokasi, karena adanya informasi warga bahwa di hotel tersebut menyediakan diskotik dan jual beli minuman keras (Miras).
Habib Iye Al-Jufri, pimpinan Ormas Islam yang datang ke lokasi mengatakan, keberadaan diskotik dan karaoke ini telah memicu keresahan warga karena disinyalir terjadi banyak praktik maksiat.
“Ada laporan dari warga bahwa ada diskotik di hotel Cipayung Asri. Saya minta cek bener apa tidak, ternyata hasil pantauan bener, dan malam ini kami persatuan santri jalur Puncak mendatangi hotel ini,” ujar Iye Al-Jufri kepada wartawan.
Terkait ini, ia meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menyegel atau menutup diskotik dan karaoke ini agar tidak menjadi masalah di lingkungan ini dan juga masalah bagi generasi muda khususnya warga Kecamatan Megamendung.
Sementara, Ketua RT 1 RW 3 Desa Cipayung, Cecep Suhanda mengaku jika dirinya tidak mengetahui adanya diskotik dan karaoke di hotel ini.
“Gak ada izin dari lingkungan sama sekali,” ujarnya.
Kasi Trantib Kecamatan Megamendung, Iwan Relawan mengaku berterimakasih kepada para santri yang telah mengingatkan pihaknya terkait adanya aktivitas diskotik dan karaoke.
Pemilik Hotel Cipayung Asri, Sahrudin berdalih diskotik dan karaoke tidak satu managemen.
Sebelumnya, kata dia memang ada tempat bernyanyi, itupun hanya fasilitas hotel saja bukan untuk umum.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol-PP) Kabupaten Bogor, Cecep Iman Nagarasi berencana menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) dalam waktu dekat ini.
Sasarannya tak lain adalah Tempat Hiburan Malam, prostitusi, minuman keras, dan panti pijat.
Menurut Cecep, operasi Pekat ini dilaksanakan dalam rangka menjaga ketertiban dan keamanan menjelang bulan suci Ramadan.
“Semuanya akan kami tertibkan,prostitusi dan THM akan kami tutup, Miras juga akan kami razia, begitu juga dengan panti pijat,” ujar Cecep kepada wartawan.
Ia berharap, operasi Pekat yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini bisa memberikan kenyamanan dan keamanan terutama bagi umat muslim yang akan menjalankan ibadah puasa nanti.
Anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil selatan, Selamat Mulyadi mendukung penuh rencana Pol-PP Kabupaten Bogor menggelar operasi Pekat.
“Kami sangat setuju Pol-PP melaksanakan operasi Pekat, apalagi menjelang bulan Ramadhan, jadi ketika umat muslim beribadah nanti kabupaten Bogor dalam keadaan kondusif, baik dari bisnis prostitusi, THM, panti pijat dan Miras, semua yang berbentuk kemaksiatan harus berhenti,” tandasnya. (yopi/fs)








Komentar