oleh

‘Sunat’ BST, Oknum Pemdes Klapanunggal Bogor Diadukan ke Polisi

POSKOTA.CO – Sebanyak 998 KPM (keluarga penerima manfaat) Kecamatan Klapanunggal, Bogor mengadu jika hak mereka dipotong oleh oknum pemerintah desa (pemdes).

Dari pengakuan para KPM, pemotongan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) di Desa Klapanunggal, masing-masing sebesar Rp300 ribu dari total Rp600 ribu yang seharusnya diterima.

Pemotongan ini angkanya cukup fantastis. Nominalnya yang ditilep pelaku dari 998 KPM mencapai Rp259.600.000.

Kaur Perencanaan Desa Klapanunggal Asep Sumawan mengakui bahwa uang hasil pemotongan Rp300 ribu dari setiap KPM berjumlah Rp259.600.000. Ia juga menjelaskan penyaluran dana BST pada tanggal 18 April 2021 berada di enam titik di wilayah Desa Klapanunggal.

“BST dari Kementrian Sosial (Kemensos) tersebut terdata di Desa Klapanunggal sebanyak 1.094 KPM. Namun 84 KPM tidak setuju adanya potongan dana senilai Rp300 ribu, dan 12 KPM tidak tercantum dalam data desa (data belum jelas),” ujar Asep Senin (19/4/2021).

Kosasih, camat Klapanunggal kepada wartawan mengatakan, berdasarkan aturan, untuk alasan apa pun dana BST tidak boleh dipotong atau dikurangi, apalagi jumlahnya mencapai Rp300 ribu seperti pengakuan warga yang telah melapor ke pihak kepolisian.

“BST ini tidak boleh dipotong untuk alasan apa pun. Kalapun mau ada kesetiakawanan sosial, bentuknya imbauan dan nominal rupiah yang disumbangkan sesuai keikhlasan penerima BST oleh KPM,” tegasnya.

Kapolsek Klapanunggal AKP Fadli Amri mengatakan, laporan masyarakat terkait pemotongan BST ini, akan ditindaklanjuti. (yopi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *