oleh

Sudin Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Selatan Gelar Bimbingan Teknis CHSE

POSKOTA.CO-Guna menunjang kegiatan usaha wisata agar tetap berjalan sesuai protokol kesehatan, Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Administrasi Jakarta Selatan menggelar kegiatan Bimtek CHSE tahun 2020. Peserta Bimtek terdiri dari para pengusaha industri pariwisata, hotel dan resto. CHSE sendiri singkatan dari Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan).

“Acara yang  diikuti 300 peserta ini akan menyajikan  materi terkait CHSE dari beberapa institusi yang membidangi CHSE dimasa pandemic Covid-19,” kata Rus Suharto, Plt.Ka.Sudin Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Administrasi Jakarta Selatan usai membuka kegiatan Bimtek CHSE  di Hotel Amos Cozy, Melawai.

Rus Suharto, Plt.Ka.Sudin Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Administrasi Jakarta Selatan foto bersama narasumber usai membuka kegiatan Bimtek CHSE

Menurut Rus, pandemi Covid-19 ini telah mengubah paradigma masyarakat, dimana faktor kesehatan, keamanan, dan keselamatan menjadi pertimbangan dalam menentukan pilihan atau tujuan wisata. Artinya pengembangan pariwisata harus memperhatikan dan membangun semua aspek pariwisata dan ekonomi kreatif menuju quality tourism.

Diharapkan quality tourism ini berdampak kepada masyarakat luas serta  membuat wisatawan menjadi lebih betah berkunjung. Dengan demikian mereka akan lebih lama tinggal.

Sudin Pariwisata Jakarta Selatan mengharapkan kerjasama yang baik dari industri pariwisata, hotel, dan resto untuk dapat menerapkan industri pariwisata pada era adaptasi kebiasaan baru dengan aman dan nyaman.

Lebih rinci Ia mengatakan, pandemi ini menekan dan berdampak  besar terhadap aspek kehidupan tidak terkecualai dengan industri pariwisata di Jakarta Selatan. Namun, Rus meminta agar semua pihak yang terlibat dalam industri ini harus menghadapi bersama dengan cara  mengimplementasikan penerapan protokol kesehatan sebaik-baiknya.

“Kami akan  akan terus memberikan dukungan kepada industri pariwisata yang ada di Jakarta Selatan serta menghadirkan inovasi-inovasi yang niscaya memberikan harapan yang lebih baik,” tambah Rus.

Saat ini Sudin Parekraf Jakarta Selatan telah mengusulkan sejumlah hotel dan 560 resto akan mendapatkan dana stimulus dan beberapa jenis alat kesehatan berbentuk thermogun 1.500p cs, 2.000 masker dan faceshield sebanyak 100 pcs yang akan disalurkan melalui JTF sebagai salah satu mitra Sudin Pariwisata Jakarta Selatan.

“Tanpa pelaksanaan protokol kesehatan dan disiplin tinggi, tidak mudah bagi sektor pariwisata Indonesia untuk dapat bangkit kembali,” ujarnya. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *