oleh

Silaturrahmi dan Pamit, Danrem 052/Wijayakrama Ajak Tiga Pilar di Kepulauan Seribu Cegah Peredaran Narkotika

POSKOTA.CO-Sebagai wilayah berkarakterisitik kepulauan dan memiliki jalur perairan yang luas, Kabupaten Kepulauan Seribu rentan dimanfaatkan sebagai jalur masuk peredaran dan sebagai lokasi penyimpanan Narkotika di Indonesia.

Untuk itu, Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 052/Wijayakrama Brigadir Jenderal TNI Maxim Adolf  Tilaar, SE mengajak tiga pilra yakni TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk lebih mengawasi penyalahgunaan narkotika yang sangat memungkinkan para pelaku atau pengedar narkotika dapat memanfaatkan jalur laut atau memanfaatkan pulau-pulau kecil di Kepulauan Seribu sebagai tempat penyimpanan.

“Memang itu menjadi concern kami yakni masalah yang secara spesifik menjadi karakteristik wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu dan meski itu menjadi domain utama Kepolisian, namun TNI terus bersinergi dengan kepolisian untuk lebih mengawasi penyalahgunaan narkotika,” ungkapnya usai acara silaturrahmi dan pamitan Danrem 052/Wijayakrama dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu  di Gedung Mitra Praja, Sabtu (17/9/2022).

Menurut Danrem, tentunya tugas-tugas TNI-Polri sudah terasa, memang  aparat  satuan pemandu tugas kewilayahan pembinaan teritorial agak berbeda sedikit dengan aparat Polri yang juga mempunyai tugas yaitu penegakan hukum. Kalau TNI tidak serta merta ada di DOB atau daerah otonom baru namun ada yang namanya Kodim.

Tapi Kepolisian saat ada di DOB biasanya diiringi dengan pendirian Polres-Polres persiapan, Namun demikian tetunya masyarakat bisa mendapatkan pemenuhan aspek kesehatan, pendidikan, dan juga aspek keamanan apabila terbangun sinergitas yang baik yang sering disebut dengan nama tiga pilar yaitu kerja sama atau sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

Terkait dengan upaya menjaga keamanan wilayah khususnya di Kepulauan Seribu, Reno mengatakan, untuk wilayah perairan seperti Kepulauan Seribu memiliki spesifikasi yang berbeda dengan wilayah daratan. Tentunya sarana dan prasarana pendukung berbada, seperti armada laut sebagai transportasi yang digunakan untuk melakukan patroli keamanan teritorial.

“Makanya, ini dibutuhkan sinergitas pemangku kepentingan yang ada, TNI dan kepolisian untuk mendapatkan akses dalam memantau aktivitas-aktivitas yang ada di pulau yang dimiliki secara pribadi,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Seribu Junaedi menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian yang diberikan TNI khususnya jajaran Danrem 052/Wijayakrama yang bahu membahu dengan Kepolisian menjaga keamanan wilayah Kepulauan Seribu. Dia berharap, pergantian komandan di Korem 052/Wijayakrama dapat lebih meningkatan sektor keamanan wilayah.

“Saat ini Kepulauan Seribu telah menjadi wilayah Projek Strategis Nasional, dan satu-satunya wilayah di Jakarta yang dipilih. Karenanya, sektor keamanan sangat penting dalam menjaga kelangsungan pembangunan dan juga daya tarik investasi khsusunya dibidang kepariwisataan,” tuturnya. (furqon/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *