JAKARTA – Sejak beberapa bulan terakhir, sebagian warga Condet, Jakarta Timur, terganggu dampak proyek pembangunan jaringan air minum perpipaan PAM Jaya bersama Pemprov DKI Jakarta. Pembangunan di sejumlah ruas jalan tersebut menimbulkan kemacetan, penyempitan jalan, hingga debu.
Namun setelah pembangunan tersebut selesai, kini manfaatnya mulai dirasakan langsung oleh
warga. Air minum perpipaan PAM Jaya telah mengalir ke wilayah Condet, memberikan akses air berkualitas yang lebih aman, lebih praktis dan mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan air tanah.
Pembangunan jaringan perpipaan merupakan bagian dari upaya mendukung target 100 persen cakupan layanan pada tahun 2029. Untuk mewujudkan hal tersebut, pembangunan infrastruktur berupa pemasangan pipa di berbagai wilayah DKI Jakarta memang sedang masif dilakukan.
Kesabaran dan dukungan warga Condet selama proses pekerjaan berlangsung berbuah manis. Setiap galian PAM Jaya yang dilakukan bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang agar masyarakat dapat menikmati layanan air minum perpipaan berkelanjutan dan kesehatan yang lebih terjaga.
Manfaat tersebut kini dirasakan langsung oleh seluruh warga, termasuk Darkat, salah satu warga Condet yang telah menggunakan layanan PAM Jaya. Menurutnya, kualitas air yang diterima jauh lebih baik dibandingkan air sumur yang selama ini digunakan warga di lingkungannya.
“Air PAM sekarang cukup bagus, jernih dan saya merasa puas. Di daerah saya rata-rata air sumurnya kuning. Dari sisi pengeluaran juga terasa lebih hemat. Dulu kebutuhan pokok seperti listrik dan air bisa sampai sekitar Rp600 ribu per bulan, beli dari gerobak dorong. Kini pengeluaran untuk air di bawah Rp400 ribu. Jadi saya berterima kasih kepada PAM Jaya karena sudah masuk melayani lingkungan kami,” ujarnya, Kamis (11/6).
Hal serupa juga dirasakan oleh Siti Nur, warga Condet yang telah merasakan manfaat layanan air minum untuk kebutuhan sehari-hari. “Air PAM bagus, bening, jernih untuk sehari-hari, terus tidak ada gangguan juga selama ini. Biayanya juga murah, cuma sekitar Rp50 ribu sebulan. Jauh lebih hemat daripada beli dalam jerigen,” ungkapnya.
Pengalaman positif lainnya juga dirasakan Nara, warga Condet yang merasakan perubahan dalam aktivitas sehari-hari setelah menggunakan air minum perpipaan. “Sekarang mandi terasa lebih segar, cucian jadi lebih bersih, dan kulit juga terasa lebih baik,” tuturnya.
Kehadiran layanan air minum perpipaan tidak hanya memberikan manfaat bagi kebutuhan sehari-hari masyarakat, tetapi juga menjadi solusi penting dalam upaya mengurangi penggunaan air tanah yang selama ini menjadi salah satu penyebab penurunan muka tanah di Jakarta. (jo)








Komentar