TANGERANG – Komitmen legenda bulutangkis Indonesia Candra Wijaya dalam membangun kekuatan sektor ganda nasional kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan
Turnamen yang secara khusus mempertandingkan nomor ganda tersebut berlangsung pada 10-13 Juni 2026 di Hall Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya International Badminton Centre (DYSCWIBC), Jelupang, Serpong, Tangerang Selatan, Banten.
Ajang ini menjadi salah satu bentuk konsistensi Candra dalam mendukung pembinaan atlet muda, sekaligus menjaga tradisi prestasi Indonesia di sektor ganda. Melalui turnamen yang digelar setiap tahun ini, para pemain mendapatkan kesempatan untuk menambah pengalaman bertanding, meningkatkan kualitas permainan, serta mengasah mental kompetitif sejak usia dini.
“Saya menggelar ajang ini dengan tujuan untuk semakin mempopulerkan nomor ganda. Selain itu juga untuk ikut membantu PP PBSI dengan melakukan pembinaan. Lewat kejuaraan ini pula saya ingin ikut memberikan sumbangsih demi menjaga supremasi bulutangkis sektor ganda Indonesia yang telah melahirkan banyak pemain legendaris di kancah bulu tangkis dunia,” tegas Candra saat acara pembukaan turnamen, Rabu (10/6/2026).
Kejuaraan ini mempertandingkan nomor ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran untuk kelompok umur U-15, U-17, dan U-19, serta kategori ganda putra dan ganda campuran dewasa. Selain memperebutkan trofi dengan desain eksklusif, para peserta juga berkesempatan meraih total hadiah sebesar Rp250 juta.
Dukungan terhadap turnamen tersebut juga datang dari legenda bulutangkis Indonesia, Christian Hadinata. Menurutnya, kejuaraan yang berfokus pada nomor ganda seperti ini sangat penting untuk memperluas basis pembinaan dan menjaring talenta-talenta potensial yang kelak dapat memperkuat Indonesia di level internasional.
“Saya berharap dari turnamen ini akan muncul sumber daya atlet yang bagus dan teruji secara perfoma dan mental bertandingnya. Memang tidak mudah menemukan pemain bagus dan perlu waktu, tetapi bila sudah menemukannya saya rasa tidak perlu waktu lama untuk bisa melesat menjadi pemain nomor ganda berkualitas seperti Candra Wijaya, Ricky Soebagdja, Tony Gunawan, Bambang Supriyanto, dan Eddy Hartono,” ungkap pria yang akrab disapa Koh Chris.
Dalam kesempatan yang sama, Candra Wijaya International Badminton Center juga memberikan Penghargaan Pemain Ganda Legenda Terbaik 2026 kepada Bambang Supriyanto. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam melahirkan sejumlah pemain ganda berkualitas, baik saat masih aktif sebagai atlet maupun ketika berkiprah sebagai pelatih.
Bambang mengaku bangga atas penghargaan yang diterimanya. Baginya, apresiasi tersebut menjadi motivasi untuk terus berkontribusi bagi kemajuan bulutangkis Indonesia. “Penghargaan ini sangat luar biasa bagi saya. Sebuah apresiasi terbaik yang diberikan Candra. Saya bangga dan sangat berterima kasih atas penghargaan ini. Semoga penghargaan ini memberikan motivasi bagi saya untuk berkontribusi lebih maksimal kepada olahraga bulutangkis, khususnya di nomor ganda,” ungkap Bambang yang kini menjadi pelatih di klub Jaya Raya Jakarta..
Mantan pelatih Pelatnas PBSI itu juga menyampaikan terima kasih kepada Christian Hadinata yang dianggap memiliki peran besar dalam perjalanan kariernya sebagai pemain ganda. “Terima kasih pula untuk Koh Chris yang menemukan talenta saya untuk bermain di nomor ganda. Tanpa dia, saya tidak akan ada di kancah bulutangkis Indonesia,” imbuh Bambang.(bu)








Komentar