oleh

Satgas dan Gerakan Anti-Covid-19 di Bogor Dilantik

-Megapolitan-402 views

POSKOTA. CO – Penyebaran Covid 19 di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Negara di dunia, khususnya di Indonesia dibuat pusing oleh virus yang tak terlihat wujudnya ini. Masyarakat dibuat takut oleh penyebaran virus ini. Bahkan begitu masifnya penyebaran, negara akhirnya memberlakukan PSBB (pembatasan sosial berskala besar).

Aturan ini secara tidak langsung mengunci semua orang di area masing-masing. Sayang saat di kunci, masyarakat tidak diberi kesadaran. Nah ini yang menjadi landasan dibentuknya Satgas Covid 19 hingga GA (gerakan anti) Covid 19 sebagai relawan ditiap lingkungannya.

Pengukuhan GA Covid 19 tingkat Kabupaten Bogor ini dihadiri Sukandar, perwakilan Kementrian Desa, perwakilan Satgas Nasional Penanganan Covid 19, Prasetyo dan perwakilan Kementrian Sosial, Restu Hapsari. Pada kepengurusan GA Covid 19 tingkat Kabupaten Bogor ini, Eka Hari Jayanti sebagai ketua, Tumpal S Munthe sebagai sekretaris dan H Slamet Mulyadi sebagai bendahara.

Sukandar, perwakilan Kementrian Desa mengatakan, basis gerakan anti Covid 19 berpusat ditiap RW. Relawan GA ini akan melakukan sosisasi dan edukasi ke warga, agar sadar betapa pentingnya menjaga diri dan penularan.

“Yakinkan warga harus dalam keadaan sehat agar bisa beraktifitas dengan baik,”kata perwakilan dari Kementrian Desa, Sukandar dilokasi pelantikan relawan GA Govid 19 tingkat Kabupaten Bogor di kantor Kecamatan Cibinong Jumat (11/9/2020).

Kemendes menurut Sukandar mengaku, pemerintah punya uang saja tidak mampu membentuk tim sampai kecamatan dan desa. “Ini tim GA Covid 19 hebat. Karena sampai ke lingkungan. Kami apresiasi pembentukan relawan ini. Covid 19 menjadi berita yang sudah sangat menakutkan. Takut adalah salah satu penyebab anti bodi kita menurun. Optimalkan tubuh kita, maka kita tidak merepotkan orang lain. Karena sakit akan berlalu,”ujarnya.


Pelantikan pengurus GA Covid 19 tingkat Kabupaten Bogor dihadiri perwakilan dari Kemendes, Kemensos dan BNPB dan tim Satgas nasional Covid 19. (yopi)

Sukandar yakin, dengan pembentukan relawan dalam tim GA Covid 19 ini, Indonesia akan bangkit dan melewati masa pandemi ini.
Kemendes juga meminta, agar semua relawan tetap menjaga kesehatannya saat menjalankan misi mulia kemanusiaan ini. “Tetap perhatikan 3M, pakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Sekarang saya tambahkan lagi, 3 M satu lagi, mau belajar. Mau mendengar. Mau bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama bebas dari covid,” ujarnya disambut aplous peserta.

Ia menwgaskan, kunci tiap pribadi bisa terhindar dari penyebaran corona yakni harus siap mental. Ia menambahkan, kondisi saat ini tidak boleh di rumah saja. “Harus berakrifitas, agar selain sehat juga ekonomi terus berputar. Tapi harus memperhatikan standar kesehatan,”tegasnya.

Sukandar meminta kepengurusan yang dibentuk untuk bersinergi dengan semua instansi. Bahkan Sukandar menegaskan, dana desa bisa di optimalkan untuk kegiatan penanganan covid. “Sudah ada aturan yang membolehkan,”tegas Sukandar.

Perwakilan Kementrian Sosial, Restu Hapsari mengapresiasi pembentukan GA Covid 19 tingkat Kabupaten Bogor. “Jaga dirimu, jaga keluargamu dan jaga lingkunganmu. Itu kunci kita mencegah pengebaran corona. Intinya Kemensos dukung dan merespon baik pembentukan GA Covid 19. Gotong royong cara yang baik untuk bersama mencegah corona. Virus yang ada masih dalam tahapan yang harus dilewati,” kata Restu Hapsari mewakili Menteri Sosial, Juliari Batubara.

Sementara Eka Hari Jayanti, Ketua GA Covid 19 Kabupaten Bogor yang baru dilantik mengatakan, dirinya siap menerima tanggungjawab ini, karena dilandasi keprihatinan selama delapan bulan, masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Bogor hidup bersama corona.

“Sudah cukup kita terbelenggu dengan virus ini. Ekonomi masyarakat kian menurun. Harus ada gerakan untuk mencegah. Kami berharap, angka positif akan terus turun dengan adanya pembentukan relawan ini,”ungkap Eka.

Eka juga meminta masyarakat, agar tetap jaga imunitas. Jaga kesehatan dengan mengurangi kegiatan yang beresiko tinggi tertular. “Olahraga dan istirahat yang cukup, agar imunitas tetap terjaga. Kami relawan harus menjadi inspirasi dan harapan bagi masyarakat,”tegas Eka. (yopi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *