oleh

Rujukan dari FKTP ke Rumah Sakit Tidak Pernah Dipersulit, Ini Cerita Tedi

POSKOTA.CO-Anak Tedi (42) yang juga menjadi salah satu dari sekian banyak korban jentik nyamuk, terpaksa harus menjalankan perawatan inap di rumah sakit hingga tiga hari. Penyakit demam berdarah yang diderita sang anak membuat Tedi mengajukan rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) ke rumah sakit yang telah terintegrasi dengan BPJS Kesehatan untuk rawat inap dan penanganan lebih lanjut. Hal ini tidak luput dari tugas utama Tedi sebagai kepala keluarga untuk terus memastikan kesehatan anggota keluarga menjadi prioritas utama.

“Salah satu manfaat yang saya rasakan, yaitu saat anak saya harus menjalankan rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kembangan. Untung saja, saya tidak pernah membiarkan jaminan kesehatan keluarga saya terlantar begitu saja. Hal ini cukup membantu saya dalam meringankan beban biaya yang harus saya keluarkan bila tidak terdaftar sebagai peserta aktif Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” tutur Tedi ketika sedang mengaktifkan kembali kepesertaan sebagai peserta mandiri dalam Program JKN setelah berhenti sebagai Pekerja Penerima Upan (PPU).

Tidak dibiarkan begitu saja, setelah mengganti segmentasi kepesertaan ia dan keluarganya pun Tedi memiliki komitmen untuk tetap membayarkan iuran bulanan sebagai peserta mandiri. Tentu Tedi juga berharap ia dan keluarga untuk selalu diberikan kesehatan, tetapi hal ini tidak menghalangi Tedi untuk tetap tidak terlibat dalam tunggakkan iuran. Pasalnya, Tedi telah memahami sistem subsidi silang yang diterapkan dalam Program JKN BPJS Kesehatan. Hal ini dipahaminya sebagai saling tolong menolong dan bergotong royong dengan sesama masyarakat, terutama yang sedang membutuhkan.

“Saya mungkin tergolong sebagai salah satu masyarakat yang merasa beruntung dengan adanya Program JKN BPJS Kesehatan ini. Pasalnya, di era pandemi ini ekonomi negara juga masih belum stabil, sehingga berpengaruh pada pengeluaran dan pemasukan. Dengan adanya inisiasi dari pemerintah dengan membentuk Program JKN ini, tentu sangat membantu terutama dalam sisi rohaniah yaitu mengurangi pikiran. Semua orang yang jatuh sakit pasti akan memikirkan cara membayar administrasi rumah sakit. Tapi, dengan terdaftar dalam program ini tidak ada yang perlu dipikirkan karena seluruhnya tertanggung penuh oleh BPJS Kesehatan,” ceritanya.(*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *