oleh

RSUD Cibinong Tolak Ibu Korban KDRT Alasan Dokternya Sudah Pulang

POSKOTA. CO – Korban tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ditolak rumah sakit, saat hendak visum. Korban merasa kecewa disaat dirinya hendak segera melakukan pembuktian tindakan kriminal yang dialaminya di RSUD Cibinong.

Diduga oknum pegawai di rumah sakit milik Pemkab Bogor ini telah mengabaikan korban yang sudah membawa surat untuk di visum dari Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Polres Bogor.

Korban mengaku, setelah dari Polres, ia langsung ke RSUD sekitar pukul 15.00 WIB guna menjalani visum. Saat berada diruang informasi, korban mengatakan, mau minta surat visum. Ia lalu mendapat data untuk selanjutnya ke ruang IGD.

Namun setelah di IGD, korban masuk dan menemui dua perawat yang bertugas. Korban kepada kedua petugas menuturkan misinya hendak minta surat visum.

“Surat visum ya? Udah ga bisa bu, udah ga ada jam kerja lagian juga dokternya udah ga ada nanti ibu besok datang aja lagi jam 09.00 WIB pagi. Besok langsung ke Poli Umum jangan ke IGD,” kata RN (25) korban KDRT mengulangi pernyataan petugas jaga.

Tidak dilayaninya korban, membuat keluarganya tak terima dan kecewa. Apalagi saat hendak meminta visum, korban masih merasa kesakitan.

‘Saya ke rumah sakit, bawa surat permohonan visum dari Kepolisian dengan nomor surat B. 112/1X/2021 Reskrim yang ditujukan kepada Kepala RSUD Cibinong. Kenapa ditolak, padahal saya masih pusing dan sakit karena dipukulin. Surat dari polisi saja tidak dilihat,”ujarnya kepada wartawan Sabtu (25/9/2021).

Klarifikasi pihak RSUD Cibinong terkait penolakan visum yang dialami RN melalui
Miftah, Humas RSUD Cibinong mengatakan, jika pasien RN datang ke RSUD Cibinong dan disarankan untuk datang kembali.

“Kebetulan dokter Putri dan perawatnya Arfi. Saya tanya dok punten, ini ada pengajuan visum.? oh iya’ pak sudah kesini tadi, dan kita sudah periksa diterangkan secara fisik dan fungsi tubuh, kondisinya alhamdulilah baik. Kami sarankan, karena berhubung ada kasus emergensi di IGD cukup banyak, kami terima dan diarahkan besok pagi, karena poli umum yang nanti akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Diterima tapi waktunya besok pagi,” tutur Miftah ketika ditemui wartawan.

“Tenaga medis kita itu, ini kan sedang masa pandemi dan dokter di IGD itu kemarin ada kasus-kasus krusial yang membutuhkan penanganan penyegeraan, artinya ada level-level tentu kegawatdaruratan yang harus didahulukan. Akhirnya dokter menyarankan solusi, supaya agar pemeriksaan ini jauh lebih terukur dan terstruktur sama saja sebetulnya jeda hari ini dan besok,” katanya menambahkan.

“Artinya kemarin itu tenaga medis kita untuk pasien-pasien yang masuk igd dalam keadaan TOP Emergensi, artinya banyak kasus-kasus yang emergensi banget dan akhirnya temen-temen lebih terfokus ke sana,”ujarnya.

Tak hanya itu, Miftah menegaskan dan meyakinkan terkait kondisi pasien dalam kondisi fisik yang baik sesuai analisa dokter.

“Tapi yang bersangkutan secara kondisi fisik baik dengan diukur tentunya dengan pemeriksaan analisaan dokter, dan sebagaimana mestinya berdasarkan kebutuhan, normal ada luka contoh di kepala, bekas pukulan dan sebagainya dan itu butuh konsultasi dokter spesialis,” kata Miftah.

Kanit PPA Polres Bogor, Ipda M. Gastari, menyayangkan sikap RSUD Cibinong yang tidak langsung menangani visum RN, korban KDRT.

“Benar bahwa unit PPA menerima laporan KDRT, kemudian kami merujuk pelapor ke RSUD Cibinong disertai dengan surat pengantar visum,” kata Ipda Gastari sambil menambahkan, sekitar pukul 16.00 WIB sore, pelapor kembali lagi ke Polres dan menerangkan bahwa pihak RSUD mengatakan visum harus dilakukan pada jam operasional, serta menyarankan untuk melakukannya besok.

“Kami sangat menyayangkan sikap RSUD Cibinong yang tidak langsung menangani korban KDRT tersebut di karenakan visum tersebut merupakan salah satu alat bukti yang sangat penting, apabila harus menunggu besok khawatir bekas luka/ memar tersebut akan hilang, dan menyulitkan kami dalam mengumpulkan 2 alat bukti, sebagaimana di terangkan dalam pasal 183 KUHAP,”ujarnya. (yopi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *