JAKARTA – Dalam upaya melindungi anak didik dari paparan abu vulkanik, Pemprov DKI Jakarta memperpanjang kebijakan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) di seluruh sekolah di Ibukota, mulai dari PAUD hingga SMA. Pendidikan secara online yang mestinya diterapkan cuma pada hari Senin kemarin diperpanjang hingga Selasa.
Perpanjangan kebijakan tersebut ditindaklanjuti melalui Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta. “Kebijakan ini hanya berlaku untuk kegiatan belajar-mengajar, sedangkan ASN DKI tetap bekerja dari kantor seperti biasa tanpa menerapkan skema work from home (WFH). Jadi, ASN masuk seperti biasa dan untuk aktivitas out door agar menggunakan masker,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Selasa (8/9).
Menurutnya kebijakan PJJ di sekolah tidak tertutup kemungkinan akan diperpanjang lagi hingga Rabu maupun sampai Jumat, tergantung pada aktivitas hujan abu akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. “Untuk itu kami terus berkoordinasi dengan BMKG dan instansi terkait untuk untuk up date kondisi perudaraan di Jakarta,” tandasnya.
Kebijakan Pramono mendapat dukungan dari sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta. Salah satunya disampaikan Anggota Komisi E DPRD Farah Savira menilai, penerapan PJJ merupakan langkah tepat guna melindungi pelajar dari paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. “Kebijakan tersebut diperlukan karena tingkat paparan abu vulkanik serta durasi dampak erupsi belum dapat dipastikan,” kata Farah.
Sebab itu, keselamatan dan kesehatan anak didik harus menjadi prioritas sebelum pembelajaran tatap muka kembali diterapkan. “Langkah untuk mengambil PJJ itu sangat tepat karena paparannya belum kita tahu seberapa parah dan seberapa lama,” ujar Farah.
Dikatakan Farah, kebijakan PJJ dapat diperpanjang apabila kondisi erupsi dan paparan abu vulkanik belum aman untuk kembali menggelar pembelajaran tatap muka. Ia memperkirakan PJJ masih dapat diterapkan hingga satu pekan sembari Pemprov DKI memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan menunggu informasi terbaru dari pemerintah pusat.
“Kalau memang besok masih dilakukan PJJ, kemungkinan besar ini bisa sampai dengan satu minggu,” tuturnya. Meski demikian, aktivitas Gunung Anak Krakatau diharapkan segera menurun sehingga kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dapat kembali dilaksanakan dengan aman. (jo)







Komentar