oleh

Mahasiswa di Tangerang Bagikan Hampir 1.000 Masker untuk Cegah Dampak Abu Vulkanik

TANGERANG – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung, GMNI, PMI, dan HMI menggelar aksi serentak dengan membagikan hampir 1.000 masker kepada masyarakat, khususnya pengendara, sebagai respons terhadap dampak abu vulkanik yang melanda wilayah Tangerang.

Ketua GMNI Elwin mengatakan, aksi tersebut dilakukan untuk mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan kesehatan dan keselamatan di tengah paparan abu vulkanik. “Hari ini kita melakukan aksi serentak sebagai bentuk respons dari teman-teman mahasiswa untuk melawan dampak daripada abu vulkanik,” katanya.

Menurut Elwin, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena paparan abu vulkanik dapat berdampak terhadap kesehatan. Melalui aksi tersebut, para mahasiswa berharap kesadaran masyarakat, khususnya di wilayah Kota Tangerang, meningkat. “Kita mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga kesehatannya mengingat akibat daripada abu vulkanik,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membagikan hampir 1.000 masker. Sasaran utama pembagian masker adalah para pengendara yang melintas di sejumlah titik.

Elwin menyebut, masih menemukan pengendara yang tidak menggunakan masker saat melintas. Kondisi itu menjadi salah satu alasan mahasiswa turun langsung mengingatkan masyarakat. “Hampir seribu masker sudah dibagikan oleh teman-teman, khususnya kepada para pengendara. Teman-teman juga melihat masih ada pengendara yang tidak menggunakan masker,” tuturnya.

Aksi tersebut dilakukan di tiga titik, yakni kawasan Lumpur Merah, depan PLN, dan Tugu Adipura. Para mahasiswa berencana memantau kondisi paparan abu vulkanik di lapangan. Jika dampaknya semakin masif, mereka akan kembali turun ke jalan untuk membagikan masker sekaligus mengingatkan masyarakat.

“Nanti kita melihat dulu kondisinya seperti apa. Kalau memang dampak daripada abu vulkanik ini sangat masif, maka teman-teman dari Cipayung akan tetap turun ke jalan untuk mengingatkan kepada masyarakat,” kata Elwin.

Dia menegaskan, kegiatan tersebut tidak berhenti pada aksi hari ini. Mahasiswa akan melihat perkembangan kondisi di lapangan dan mempertimbangkan kembali aksi serupa apabila paparan abu vulkanik masih berdampak luas. “Kalau misalnya dampak ini sangat masif, teman-teman juga akan kembali turun lagi ke jalan untuk membagikan masker,” pungkasnya. (*/imam)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *