oleh

Demo Memprotes Angkutan Tanah Beroperasi di Luar Jam Operasional

POSKOTA.CO – Protes masih banyaknya truk pengangkut tanah berjalan di luar jam operasional, puluhan warga menutup akses truk di Jl. Raya Parung Panjang pertigaan Dasim, Cirarab, Legok, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu (25/9/2021) malam.

Pendemo menuntut ditegakannya Perbup No. 46 tahun 2018, tepatnya Pasal 3 tentang operasional truk angkutan barang (Tronton) yaitu pukul 22.00-05.00 WIB. Pasalnya, truk-truk tersebut masih banyak berkeliaran diluar jam yang ditentukan.

“Ada informasi konkolingkong antara oknum dengan pihak sopir truk agar bisa melintas siang hari. Makanya warga melakukan aksi demo malam ini agar truk kembali melintas di jam yang sesuai dengan aturan,” ujar @saptobudiwibowo30 warga sekitar yang ikut demo.

Alasan lain demo ini dilakukan juga lantaran muatan truk yang sering melebihi kapasitas tonase, hingga masyarakat merasa tidak konsistennya pemerintah dalam menegakkan aturan.

Terbukti dari tidak ada kontrol dan pemeriksaan dari kepolisian maupun Dishub Kabupaten Tangerang/Provinsi. Selama Agustus dan September 2021 pun sudah terjadi setidaknya 3x kecelakaan tragis di sepanjang jalur Legok-Pagedangan.

Masyarakat meminta kerjasama Kapolsek Legok, Kapolsek Pagedangan, dan Dishub untuk mengatur dan mengurai macet yang sering terjadi mulai dari perempatan Jaha, Legok, sampai Malang Nengah, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Juga untuk menambah personel yang berjaga dan menolak adanya pungli. Jika tak diindahkan, masyarakat akan menghadap Bupati dan DPRD II Kabupaten Tangerang untuk menutup jalur Legok-Pagedangan selama 24 jam. (fwp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *