TANGERANG-Pemerintah Kota Tangerang menghadirkan program inovatif bernama Lansia Sumringah sebagai komitmen dalam meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia di Kota Tangerang. Program ini diimplementasikan melalui berbagai layanan dan kebijakan yang ramah lansia.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menjelaskan, program Lansia Sumringah adalah bagian dari komitmen Pemkot Tangerang untuk memberikan pelayanan terbaik. Salah satunya mencakup penyediaan layanan khusus di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) maupun rumah sakit.
“Pemkot Tangerang juga memberikan bantuan sosial bagi lansia miskin, terlantar, hingga penguatan peran pos pelayanan terpadu (Posyandu) lansia dan komunitas sosial. Tujuannya agar para lansia tetap aktif, terhubung, dan tidak terisolasi,” ujar Sachrudin Kamis (12/6/2025).
Sachrudin menegaskan kesehatan dan kesejahteraan adalah hak setiap warga, termasuk para lansia. Program ini selaras dengan visi misi yang ia canangkan bersama sang wakil, Maryono Hasan. “Komitmen ini kami wujudkan melalui salah satu program 3G yakni gampang sehat, dengan inovasi unggulan Lansia Sumringah, yang merupakan akronim dari semua lansia mandiri, bugar, dan bahagia,” tambahnya.
Selain itu, Pemkot Tangerang, kata Sachrudin, juga gencar melaksanakan program cek kesehatan gratis (CKG) secara rutin di seluruh Puskesmas. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia, tetapi juga mendorong peningkatan angka harapan hidup masyarakat secara keseluruhan.
“Pelaksanaan CKG Lansia menjadi salah satu upaya konkret Pemkot untuk menjaga kesehatan lansia. Kami juga memberikan apresiasi kepada jajaran Puskesmas yang telah melaksanakan CKG Lansia dengan pelayanan terbaik,” tandas Sachrudin.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni menambahkan tercatat, 91,9 persen lansia di Kota Tangerang termasuk dalam kategori lansia mandiri yang siap berkontribusi untuk lingkungan sekitarnya. Pencapaian tersebut tidak bisa dilepaskan dari efektivitas program inovasi Lansia Sumringah (Semua Lansia Mandiri, Bugar, dan Bahagia) yang selama ini diterapkan untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia di Kota Tangerang.
Kategori Lansia Mandiri
Berdasarkan data yang ada, menunjukkan 91,9 persen dari 90.331 lansia termasuk dalam kategori lansia mandiri dengan angka harapan hidup meningkat sebesar 71,57 persen pada tahun 2024 kemarin.
“Kami telah melakukan screening secara menyeluruh dan mendapatkan hasil yang sangat memuaskan, ada sekitar 91,9 persen lansia yang termasuk dalam ketegori mandiri. Terlepas itu, kami terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik untuk mempertahankan indeks pelayanan lansia di Kota Tangerang yang selama ini sudah berjalan secara baik,” ujar dr. Dini.
Tidak hanya itu, Pemkot Tangerang berkomitmen meningkatkan kolaborasi lintas program, sektor, organisasi, bahkan profesi untuk meningkatkan kepedulian bersama sekaligus berperan untuk meningkatkan pemeliharaan, edukasi, sampai pelayanan kesehatan lansia di Kota Tangerang. Terlebih, Pemkot Tangerang berkomitmen untuk memperluas jangkauan pelayanan sehingga dapat dirasakan manfaatnya secara merata di Kota Tangerang.
“Kami juga berkomitmen meningkatkan kerja sama semua pihak untuk bersama-sama memberikan pelayanan terbaik bagi lansia. Apalagi sejauh ini telah berjalan sangat baik, seperti kami (Dinkes Kota Tangerang) telah menyediakan 535 posyandu dengan layanan lansia dan Cek Kesehatan Gratis bagi lansia. Ada juga Sekolah Lansia di seluruh kecamatan yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang dan sebagainya,” pungkasnya. (Imam/fs)







Komentar