oleh

Polsek Kemayoran Beri Bantuan Kepada Korban Kebakaran di Kemayoran Gempol

POSKOTA.CO – Polsek Kemayoran memberikan bantuan pada ratusan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat rumahnya ludes diamuk si jago merah di Jalan Kemayoran Gempol, Jakpus, Kamis (2/9) siang.

“Bantuan yang diberikan itu puluhan kardus besar berisi sabun, odol, sikat gigi, handuk serta makanan ringan dan pakaian,” ujar Kapolsek Kemayoran Kompol Ewo Samono,SH.

Ipda Budi, salah satu petugas saat dikonfirmasi menuturkan kebakaran terjadi pada Minggu (29/8) malam. Kebakaran terjadi di RT 14/05 Jalan Kemayoran Gempol, Jakpus, menghanguskan 60 rumah petak hingga 120 kepala keluarga (KK) terdiri dari 250 jiwa yang kehilangan tempat tinggal.

Puluhan warga korban kebakaran di Kemayoran Gempol ditampung di gedung sekolah. (silaen)

Petugas yang melihat banyaknya korban yang ditampung di gedung SDN 09 dan 10 yang ada dilokasi serta dua tenda penampungan buat para korban. Dampak dari kebakaran itu puluhan bahan pokok berdatangan memberikan bantuan.

Sementara Polsek Kemayoran sekitar pukul 13:00, telah memberikan bantuan selain sembako juga memberi kebutuhan sandang berupa alat mandi. “Terimakasih pak polisi telah memberi bantuan pada kami yang sudah kehilangan tempat tinggal,” keluh Ny. Viga.

Menurut ibu beranak satu ini, rumahnya terbakar dan tak ada satupun barang yang bisa diselamatkan hanya baju yang melekat tiba dan yang tinggal.  Sementara Ny Sukini juga kehilangan tempat tinggal juga berharap pada darmawan mau memberi bantuan.

Kapolsek Ewo Samono, juga menuturkan sebelumnya Polres Metro Jakarya Pusat juga sudah memberikan bantuan berupa sembako serta kebutuhan lainnya begitu juga dari kalangan swasta.

Ny Sukini dan Ny Juga, yang kehilangan tempat tinggal sangat mengharapkan adanya bantuan dari para darmawan. Dari pantauan dilokasi, rumah yang hangus dilalap di jago merah itu berupa bangunan setengah batu dan terdiri dari papan.

Karena lokasi ditempat kejadian sangat padat hingga puluhan rumah warga semua hangus dilalap api dan kini hanya tinggal puing. (silaen/bw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *