JAKARTA – Penanganan banjir dan peningkatan fungsi jalan untuk mengatasi kemacetan menjadi prioritas pembangunan tahun 2025 di wilayah Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.
Hal tersebut diungkapkan Camat Kembangan, Joko Suparno dalam paparannya saat sidang pleno pembukaan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) kecamatan terintegrasi kelurahan tahun 2024 di aula kantor Kecamatan Kembangan, Senin (26/2).
Menurut Joko, dalam penanganan banjir atau genangan, diantaranya dengan penyelesaian dan pemeliharaan sheetpile, serta peningkatan saluran-saluran mikro pada titik rawan genangan.
“Jadi masih terdapat sejumlah titik genangan di wilayah Kembangan, terutama yang dilintasi Kali Angke, Kali Pesanggrahan dan Kali Gebyuran,” ujarnya.
Sedangkan kemacetan juga masih terjadi terutama pada pagi dan sore hari. Seperti di Jl Joglo Raya dan Jl Kembang Kerep atau kuku macan. Hal ini karena masih belum tuntasnya pembebasan tanah.
Sebagai solusi untuk mengatasi kemacetan perlunya peningkatan fungsi jalan. Melalui penyesuaian lebar jalan sesuai trase dan perbaikan jala lokal dan lingkungan.
Joko menambahkan pemanfaatan aset untuk kepentingan umum juga menjadi salah satu prioritas pembangunan tahun 2025. Mengingat kebutuhan masyarakat akan ruang terbuka, sarana prasarana umum, sarana olahraga serta fasos fasum.
Kecamatan Kembangan terdapat enam kelurahan, yaitu Kelurahan Joglo, Meruya Utara, Meruya Selatan, Srengseng, Kembangan Selatan dan Kembangan Utara. Dari enam kelurahan hasil pra Musrenbang rembuk RW total sebanyak 220 usulan. Tujuh usulan barang dan 213 usulan fisik.
“Untuk usulan fisik didominasi penanganan genangan, salah satunya di wilayah Kompas, RW 01, Kelurahan Kembangan Utara agar dilakukan perbaikan sheet pile pada Kali Angke yang bolong,” ujarnya. (ta)








Komentar