JAKARTA – Pengamanan aksi penyampaian pendapat oleh sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa Polda Metro Jaya mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif.
Kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Bhudi Hermanto, seluruh personel di lapangan telah diinstruksikan untuk menghindari sikap arogan demi menjaga suasana tetap kondusif. “Anggota di lapangan diarahkan bertindak humanis, persuasif, dan tetap sesuai prosedur,” kata Kombes Bhudi Hermanto di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Para petugas juga diingatkan agar tidak mengeluarkan ucapan maupun tindakan yang berpotensi memicu ketegangan dengan massa aksi. “Mari bersama-sama menjaga Jakarta tetap aman, tertib dan kondusif,” ujarnya.
Ribuan personel gabungan tersebut disebar di sejumlah titik konsentrasi massa, antara lain kawasan Monumen Nasional (Monas), Bundaran HI/Dukuh Atas, Gedung DPR/MPR RI, serta titik-titik pengaturan lalu lintas di sekitarnya.
Adapun rincian kekuatan pengamanan aksi unjuk rasa hari ini yang dikerahkan meliputi Polda Metro Jaya sebanyak 3.147 personel, BKO Mabes Polri sebanyak 1.300 personel. TNI sebanyak 500 personel, pemadam kebakaran (Damkar) sebanyak 14 personel.
Selain itu polisi tidak hanya fokus pada pengamanan massa aksi saja. Sebaliknya, Polda Metro Jaya juga menaruh perhatian pada kenyamanan warga pengguna jalan yang tetap harus beraktivitas di sekitar lokasi unjuk rasa.
Personel lalu lintas telah disiagakan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan. Namun skema rekayasa arus lalu lintas hanya akan dilakukan secara situasional dengan melihat dinamika perkembangan di lapangan agar tidak mengganggu aktivitas publik secara luas.
Pihak kepolisian juga mengetuk kesadaran para peserta aksi agar menjaga komitmen penyampaian pendapat secara damai, tertib dan tidak mudah terprovokasi. Tujuannya agar hak bersuara dapat terpenuhi tanpa mengorbankan ketertiban umum. (Omi/jo)








Komentar