DEPOK – Panitia pemilihan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Depok masa bakti 2026-2031 terpaksa diulang akibat satu calon tunggal dr. Karlina mencabut berkas pendaftaran dari panitia pada Senin (3/8/2026).
“Terpaksa diulang, karena dr. Kalina satu calon tunggal mencabut berkasnya beberapa hari lalu saat penutupan pendaftaran sehingga kami membuka lagi pendaftaran mulai Selasa 4 Agustus sampai akhir Agustus 2026,” kata Ketua Kadin Depok Miftah Sunandar didampingi Ketua Steering Committee (SC) Kadin Depok Irsan Randi, dalam keterangan yang didapat POSKOTAONLINE.COM, Selasa (4/8/2026).
Semua persiapan untuk musyawarah kota (muskot) tersebut tentunya sesuai aturan seperti dana partisipasi yang telah ditetapkan Rp375 juta dari semula Rp500 juta untuk setiap bakal calon y ang mendaftar.
“Secepatnya jajaran panitia Kadin Kota Depok dijadwalkan menghadiri undangan pemanggilan resmi dari Kadin Jawa Barat guna mengklarifikasi kronologi dan menyelaraskan tahapan muskot agar dunia usaha di Kota Depok tetap berjalan kondusif setelah dr. Karlina mengundurkan diri,” ujar Miftah.
Sementara itu, Ketua SC Kadin Depok Irsan Randi mengutarakan, awalnya dana partisipasi Rp500 juta, karena hanya satu calon yang mendaftar maka diputuskan menjadi Rp375 juta.
Namun di tengah perjalanan dr. Karlina hanya mampu membayar Rp50 juta dengan alasan dirinya telah berkoordinasi dengan oknum di Kadin Jabar, tanpa memberi tahu siapa dan nama oknum tersebut sehingga berkas pendaftaran diambil lagi olehnya. “Jadi bukan kami yang mencabut tapi dia mengambil kembali berkas pendaftaran,” ungkap Irsan. (*/anton)







Komentar