JAKARTA – Berani tampil beda, salah satu Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta memberanikan diri bertarung merebut kursi anggota dewan di Kebon Sirih, walaupun tanpa modal fulus.
Sebut saja, Dadang Suherman. Dia adalah yang disebut-sebut Dejaki singkatan dari Dewan Kota (Dekot) Jalan Kaki dari Menteng yang secara blak-blakan nyaleg tanpa modal. Dadang merupakan putra daerah berasal dari Pegangsaan Menteng yang terjun ke dunia politik sebagai Caleg DPRD DKI Daerah Pemilihan (Dapil) Jakarta Pusat nomor urut 10 dari Partai Persatuan Indonesia (Perindo).
Selama tiga bulan dalam masa kampanye safari politik Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024. Dadang tak pernah lupa menjalankan ibadah salat lima waktu. Bahkan, puasa Senin-Kamis dilakukan dengan tekun dan ikhlas.
Kepada wartawan, Dadang mengaku, pilihan boleh beda, tapi kedamaian tetap kita jaga. Dia menceritakan sederatan aksi nyata dalam membantu warga DKI yang dilakukannya seperti, advokasi Arkin, Peduli Covid-19, kursi roda, NIB, KTA berasuransi dan hak atas kesehatan serta program pemakaman kuburan gratis.
Berikut pengalaman Dadang Suherman di antaranya, tukang bersih-bersih di Tugu Proklamasi (Tuprok), Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Pegangsaan, Dekot. Kemudian, saat ini Dadang melompat lebih tinggi untuk bertarung merebut suara terbanyak menuju kursi DPRD Kebon Sirih pada Pemilu 2024 ini.
“Pilihlah caleg yang peduli dengan masyarakat,” ucap Dadang, Selasa (6/2/2024), sembari berpantun, mata melek untuk nerawang, bunga unggu di Paseban, walau nyaleg tidak punya uang hanya berharap menunggu keajaiban.
Coblos nomor urut 10 Dadang Suherman Caleg DPRD Partai Perindo. “Makan kelapa di Manado, main gendang makan kue bolu, jangan lupa partai Perindo, Bang Dadang nomor urut 10,” imbuhnya. (*/van)







Komentar