oleh

Mencegah Peningkatan DBD, Pemkot Jakbar Sebar 1.123 Ember Nyamuk Wolbachia di Kelurahan Joglo

JAKARTA -Pemkot Jakarta Barat terus menggencarkan upaya pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), dengan nyamuk Wolbachia. Salah satunya di wilayah Kelurahan Joglo, Kecamatan Kembangan dengan menyebarkan 1.123 ember Wolbachia yang dibagikan kepada orang tua asuh (OTA) di 9 lingkungan RW.

Camat Kembangan, Joko Suparno mengatakan bahwa wilayah kelurahan Joglo menjadi wilayah yang keempat pelaksanaan implementasi ember ber-wolbachia di wilayah Kecamatan Kembangan. Sebelumnya, pelaksanaan implementasi nyamuk ber-wolbachia sukses dilaksanakan di wilayah Kelurahan Srengseng.

Joko Suparno berharap masyarakat dapat menyukseskan program nyamuk ber-wolbachia dalam upaya mengendalikan penyakit DBD.

“Selain itu, kami berharap kasus DBD di Joglo bisa ditekan dan diminimalisir. Meski begitu, kegiatan lain seperti PSN 3M plus tetap dijalankan,” ujarnya, Kamis (8/5/2025).

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kecamatan Kembangan, Rosvita Nur Aini menjelaskan, pihaknya melakukan implementasi wolbachia dengan meletakkan ember-ember berisi telur nyamuk wolbachia dan pakannya kepada Orang Tua Asuh (OTA) pada lokasi yang telah ditentukan.

Implementasi nyamuk ber-wolbachia berlangsung di Taman Kodok RW 05 Kelurahan Joglo, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Rosvita menjelaskan, implementasi ember ber-wolbachia dilakukan pada 1.123 rumah Orang Tua Asuh (OTA) di wilayah Kelurahan Joglo, Jakarta Barat. Selanjutnya, ember-ember ber-wolbachia akan dipantau perkembangannya setiap dua kali seminggu.

“Tugas OTA, bersama kader jumantik dan PPSU serta survailans puskesmas memantau dan menggantikan telur nyamuk ber-wolbachia setiap 14 hari atau 2 minggu,” katanya.

Ia menyebutkan, setiap ember ber-wolbachia berisi sekitar 200-600 telur nyamuk yang menempel pada kain panel dan pakan pelet. Ember ini digunakan sebagai bagian dari program pengendalian penyakit demam berdarah dengan cara mengembangbiakan nyamuk aedes aegypti yang mengandung bakteri wolbachia.(*/ta)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *