oleh

Langgar GSS, Pemilik Bangunan Turap Kali Cipinang Lecehkan Teguran DPUPR Depok

POSKOTA. CO – Warga di lingkungan RT 07/05, Kelurahan Sukamaju Baru, Tapos mendesak jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok membongkar turap yang melanggar Garis Sepadan Sungai (GSS) kali Cipinang setelah roboh akibat tidak kuat menahan beban resapan air.

“Turap setinggi empat meter dan panjang sepuluh meter sudah beberapa bulan lalu dikeluhkan warga karena khawatir roboh tidak kuat menahan resapan air dan ternyata tembok roboh Rabu malam (27/10) usai hujan,” kata Umar, warga RW 05, Kelurahan Sukamaju Baru, Tapos, Kamis (28/10).

Sudah sejak beberapa bulan lalu warga yang berseberangan dengan tembok di pinggir Kali Cipinang merasa khawatir bakal roboh temboknya tapi pemilik tidak mengindahkan.

Menurut dia, pekerjaan pembuatan tembok dengan panjang 10 meter dan tinggi empat meter sejak awal dikeluhkan warga tapi pemiliknya ‘ngeyel’ dan tetap dikerjakan walaupun jelas melanggar GSS. “Bahkan surat teguran DPUPR Depok yang dikirim ke pemilik beberapa bulan lalu terkesan malah dilecehkan atau tidak dianggap hingga tembok roboh semalam, ” ujarnya kesal.

Sementara itu, Plt Kepala DPUPR Depok, Citra Indah Y, mengakui bahwa pemilik bangunan tembok yaitu Rofi Subiyakto sudah mendapatkan surat teguran tertulis dari DPUPR Depok agar menghentikan pembuatan tembok tapi pemilik ‘ngeyel’ terus saja membangun.

“Kami sudah layangkan surat teguran pembangunan tembok yang melanggar GSS Kali Cipinang  dengan No. 611.13/6.544. DPUPR. SDA tanggal 30 Agustus 2021 lalu, ” ujarnya yang menambahkan ada empat pelanggaran yang dilakukan pemilik antara lain Perda Nomor 16 tahun 2012, Perda Nomor 13 tahun 2013, Perda Nomor 18 tahun 2003, dan terakhir Perwal Nomor 15 tahun 2013.

“Dari hasil pemeriksaan dilapangan, pemilik diminta membongkar bangunan turap yang berdiri di atas Kali Cipinang karena melanggar Garis Sempadan Sungai (GSS) dan membahayakan penghuni serta orang lain,” katanya tapi sampai terjadi longsor pemilik ngeyel tidak membongkar. (anton/bw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *