oleh

Kaget Melihat Perkampungan Padat, Wakil Wali Kota, ‘Diselamatkan Penataan RW Kumuh”

POSKOTA.CO – Waduh, pemukiman MHT di perkampungan warga RW 010, insprastruktur jalannya lebih rendah dari, Jalan Kalibaru Timur Raya, Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Hal tersebut diungkapkan, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi saat meninjau langsung kegiatan kerja bakti Gerebek Lumpur di kawasan, Jalan Kalibaru Timur Raya, RW 010 Utan Panjang, Kemayoran, Pasar Nangka, Minggu (28/3/2021).

“Waduh, ini perkampungan rapat sekali, secara struktur juga jalan di kampung atau gang ini lebih rendah dari jalan. Harus segera disiasati supaya kampung ini diselamatkan dari banjir,” ungkap Irwandi saat diwawancarai Wartawan di lokasi.

Orang nomor dua dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat ini mendesak agar Suku Dinas (Sudin) PRKP Jakarta Pusat mempercepat penataan RW kumuh yang tertunda pada tahun 2020 lantaran ada pandemi Covid-19.

“Ini perkampungan RW 010 Utan Panjang tahun 2020 kemarin sudah mau masuk program Community Action Plan (CAP) dan Collaborative Implementation Program (CIP) Sudin PRKP Jakarta Pusat. Saya minta tahun 2021 ini segera direalisasikan penataan RW kumuh karena saya melihat perkampungan ini sangat memprihatinkan, rumah nya rapat dihuni warga kurang mampu,” jelas Irwandi.

Mantan Kadis UKM ini juga menegaskan, agar Camat Kemayoran Asep Mulyaman dan Lurah Utan Panjang, Amadeo dapat memantau secara langsung penataan kampung melalui CAP dan CIP program Sudin PKRP.

“Saya berharap program RW kumuh hasilnya sesuai yang diharapkan warga masyarakat. Selain itu, untuk Sudin PKRP dapat memilih Penyedia dan pelaksana program yang profesional dan bermutu baik,” tandasnya.

Sementara itu, Lurah Utan Panjang, Amadeo menambahkan, sesuai arahan dari Wakil Wali Kota Jakarta Pusat kami akan mengawal penataan RW kumuh di dua RW antara RW 08 dan RW 010 pada tahun 2021 ini.

“Untuk jalan yang rendah itu ada di perkampungan RT 009/010. Untuk RW kumuh Utan Panjang pada tahun ini meliputi dua RW antara RW 08 dan RW 010,” ucap Amadeo.

Untuk menyiasati agar tidak tergenang air saat musim penghujan. “Kami lakukan kerja bakti secara rutin bersama warga yaitu pembersihan lumpur karena jika musim penghujan diperkampungan tersebut memang tergenang air, namun hanya 2 jam karena antrian air. Warga berharap sekaliprogram CAP dan CIP bisa terealisasi dan tepat waktu,” pungkasnya.

Sekedar diketahui untuk tahun ini Sudin PRKP Jakarta Pusat akan melaksanakan program penataan 12 RW kumuh meliputi pembuatan septic tank komunal, sumur resapan, MCK, taman vertikal dan mural, tempat pembuangan sampah serta penerangan jalan umum. (van/sir)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *