oleh

Jangan Cuma Dicat, Warga Desak Pemprov DKI Lakukan Pengecoran untuk Atasi Beda Tinggi Jl Inspeksi Kali Duri

JAKARTA – Jalan Inspeksi Kali Duri, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, yang sering terjadi kecelakaan karena badan jalan beda tinggi, cuma diatasi dengan pengecatan warna kuning. Warga mendesak Dinas Bina Marga DKI Jakarta agar segera melakukan pengecoran untuk menyamakan ketinggian.

Menurutnya, kondisi beda tinggi pada jalan pengaman Kali Duri sepanjang 400-an sudah terjadi sekitar sembilan tahun lalu. Namun Pemprov DKI Jakarta tak kunjung turun lapangan untuk menyelesaikan masalah. “Untuk mengecor separo badan jalan ini biayanya kan kecil sekali, tidak sebanding dengan banyaknya mobil yang rusak karena terperosok,” tandasnya menyesalkan sukanya petugas yang lelet.
“Kalau cuman dicat begini gak begitu berpengaruh, kalau malam juga kurang terlihat oleh pengendara mobil, sehingga tetap berisiko mobil terperosok ke badan jalan yang lebih rendah. Apalagi kalau hujan, jalanan tambah licin. Kasus kecelakaan makin banyak,” kata Marhasan, salah satu warga Kelurahan Pejagalan, Jakarta Utara, Jumat (24/10).

Belakangan ini, kondisi jalan inspeksi tersebut menjadi viral dengan beredarnya video yang mempertontonkan mobil terperosok saat terjadi hujan di malam hari. Puluhan warga ramai-ramai membantu mengangkat mobil tersebut. Setelah video viral baru mendapat perhatian petugas, padahal kondisi tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2016.

Kemarin, Pasukan Kuning Satuan Pelaksana (Satpel) Bina Marga Kecamatan Penjaringan melakukan pengecatan median jalan sepanjang 320 kilometer di Jalan Inspeksi Kali Duri, Kelurahan Pejagalan.

Kepala Satpel Bina Marga Kecamatan Penjaringan, Arief Hartoko mengatakan, pengecatan median jalan ini sebagai penanda pembatas perbedaan elevasi antara jalur yang tinggi dan rendah.
“Cat warna kuning ini juga sebagai peringatan kepada pengendara agar selalu berada dalam jarak aman atau tidak menerobos marka jalan agar tidak terperosok atau terhindar dari kecelakaan,” ujarnya.

Arief menjelaskan pengerjaan pengecatan median jalan sepanjang 320 meter ini sudah selesai dalam satu hari dengan melibatkan 10 personel Pasukan Kuning.
“Alhamdulilah, pengecatan sudah selesai. Nantinya jalan tersebut juga akan kami pasang kanstin untuk mencegah kecelakaan akibat perbedaan ketinggian di dua lajur,” ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Pejagalan Tomi Haryono menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas respons dari jajaran Satpel Bina Marga Kecamatan Penjaringan yang telah memberi tanda batas atau mengecat pada median jalan yang berbeda ketinggian tersebut.
“Semoga cat berwarna terang ini bisa meminimalisir terjadi kecelakaan. Saya juga selalu imbau warga untuk selalu berhati-hati saat di jalan,” tandasnya. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *